Senin, 25 Juni 2018 | 01:30:18 WIB

Kasad : Prestasi Yang Diraih Petembak TNI AD Bukan Secara Kebetulan

Selasa, 15 Mei 2018 | 09:14 WIB
  • (FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kontingen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang menjuarai lomba tembak  Australian Army Skill-At-Arms Meeting (AASAM) 2018 yang digelar di Australia pada 27 April-10 Mei 2018, diterima Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, di Aula Serba Guna, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (14/5).

 

Sungguh catatan prestasi fenomenal tadi mungkin akan sulit dicapai kembali dimasa yang akan datang. Namun demikian, sebagai prajurit pejuang dan kesatria sejati, raihan prestasi ini, jangan menjadikan prajurit TNI AD jumawa dan sombong. 

 

"Ingat, pujian dan penghargaan yang berlebihan, justru akan membuat lalai dan lengah, serta akan menghilangkan kewaspadaan serta kehormatan bangsa. Torehan prestasi ini harus dijadikan cambuk, agar  semakin meningkatan kualitas diri sebagai prajurit dan satuan TNI AD yang profesional dan tangguh, namun tetap merakyat," kata Jenderal TNI Mulyono saat menerima Kontingen TNI AD yang terdiri dari 12 atlet tembak dan empat orang official dan pemberian penghargaan. 

 

Lomba Tembak tahunan AASAM yang diselenggarakan di Australia, merupakan event Lomba pTembak Angkatan Darat berskala internasional yang diikuti negara-negara di kawasan Asia Pasifik. 

 

“Kita harus ingat dan camkan dalam hati sanubari yang paling dalam, bahwa sesungguhnya capaian ini bukan hanya karena tempaan dan latihan semata, melainkan juga buah dari doa dan dukungan dari seluruh komponen rakyat dan pemerintah yang sangat luar biasa bagi TNI AD. Tanpa mereka, kita tidak berarti apa-apa. Pengabdian dan darma bakti ini harus dilakukan dengan rasa syukur dan tulus ikhlas agar dapat berbuat yang terbaik kepada rakyat dan Bangsa Indonesia. Ini penting, karena dengan ketulusan dan keikhlasan, kita akan mampu mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta menghadirkan keridhoan Allah SWT dalam setiap gerak langkah kita,“ tegas Kasad. 

 

Menurutnya,, lomba ini memiliki nilai yang sangat strategis, karena tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan dan kemampuan menembak prajurit Angkatan Darat, namun juga sebagai pembuktian kepada dunia bahwa TNI AD telah menjadi World Class Army yang tangguh, sekaligus menjadi deterrent effect atau daya tangkal yang efektif dalam konteks diplomasi militer internasional.

 

Semenjak 2005, TNI AD telah berpartisipasi dalam Lomba Tembak AASAM dan mulai tahun 2008 berhasil menjadi juara umum secara berturut-turut. 

 

Pada AASAM kali ini, Kontingen TNI AD kembali berhasil mempertahankan juara umum untuk yang ke-11 kalinya dan memecahkan rekor medali terbanyak sepanjang sejarah AASAM yakni dengan perolehan nominal medali 36 Emas, 24 Perak, dan 12 Perunggu. 

 

Selain itu, pencapaian ini meningkat sangat signifikan dari tahun sebelumnya yaitu 28 emas, 6 perak dan 5 perunggu.

 

“Sebagaimana saya sampaikan sebelum kalian berangkat, bahwa mempertahankan predikat juara jauh lebih sulit daripada merebutnya. Akan tetapi, kali ini kalian tidak hanya mempertahankan predikat juara umum, namun juga atas nama kontingen,  Letda Inf Herlansyah berhasil mempertahankan gelar juara sebagai "Best Of The Best Shooter AASAM TA. 2018" yang pada tahun 2017 diraih oleh Sertu Wolly Hamsan, setelah bertarung di final dengan rekan tim petembak Indonesia sendiri yaitu Serka Sugeng Widodo,” terang Kasad. 

 

Prestasi lainnya yang tidak kalah bergengsi adalah penghargaan "One shoot two kills yang direngkuh oleh Tim Sniper TNI AD.  

 

Serka Timur Yudha dan Serka Novian Budiyanto mampu menembak dan menjatuhkan dua  robot sekaligus hanya dengan satu butir peluru (tembakan). Meski belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, capaian dua orang Sniper TNI AD ini menunjukkan bukanlah suatu keberuntungan, melainkan murni kepiawaian seorang prajurit yang terlatih.

 

Hal lain yang juga sangat membanggakan, adalah adanya tujuh  dari 12 petembak Indonesia yang mendapat prestasi sebagai 10 besar petembak terbaik dalam event ini. 

 

Ketujuh petembak TNI AD tersebut bahkan memperoleh medali lebih banyak dari ketiga petembak lainnya yang berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Malaysia. 

 

Pemilihan 10 petembak terbaik ini adalah berdasarkan nilai total yang diperoleh oleh masing-masing petembak dari seluruh match yang berjumlah 59 match.

 

Kasad juga mengucapkan terima kasihnya kepada PT. Pindad (Persero) yang telah berkontribusi besar dalam penyediaan senjata bagi para petembak dan juga PT.  Garuda Indonesia (Persero) yang menyediakan angkutan udara serta pelatih dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan Kontingen TNI AD  mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di kancah Internasional.

 

Sebagai penghargaan Angkatan Darat terhadap prestasi yang ditorehkan tim tembak TNI AD yang mengharumkan nama bangsa, Kasad memberikan penghargaan berupa satu unit rumah tipe 45 kepada Letda Inf Herlansyah  sebagai best of the best serta hadiah sepeda motor kepada Serka Novian Budiyanto dan Serka Timur Yudha.  (ARMAN R)