Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:14:20 WIB

Pemdes Loleo Diduga Tangani Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat

Selasa, 22 Mei 2018 | 22:44 WIB
  • Kantor Desa Loleo. (FOTO: FAISAL/LINDO)

HALMAHERA TENGAH, LINDO - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Halteng Muhammad Rizal diduga memberikan program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat atau pembangunan Instalasi Pipa Air Limba (IPAL) kepada Kepala Desa Loleo Alimasri Latenda dan Sekretaris Desa Loleo Bahri Ahmad untuk mengelola program tersebut.

Demikian hal ini itu disampaikan beberapa warga setempat kepada media ini Selasa, (22/5).

Sejumlah masyarakat Desa Loleo dan Aer Salobar kepada media ini mengaku kesal bahwa anggaran ratusan juta tersebut dikelola langsung oleh instansi pemerintahan desa Loleo.

Nudin Tagabunga warga Desa Aer Salobar kepada media ini mengatakan, pelaksanaan program swakelola sebenarnya melibatkan partisipasi dari masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk prinsip kerja yang terbuka, partisipatif dan efesien. Namun program swakelola dikelola oleh Pemerintah Desa dan ini akibat rendah kompetitif dan akuntabilitas.

"Dalam prakteknya seringkali terjadi nepotisme pada kelompok tertentu yang dekat sama pengambil keputusan dalam mengelola dana swakelola," jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Halteng dalam hal ini Dinas terkait harus transparan  dalam program swakela. Apakah tujuannya memberdayakan masyarakat atau ada hal lain.

"Cukup mengherankan kalau tiba-tiba Pemkab Halteng memberikan program swakelola kepada aparat Desa tanpa ada keterbukaan maksud dan tujuan. Selain itu, pembentukan kelompok saja tidak melalui rapat bersama masyarakat, langsung main tunjuk kemudian masukan kedalam kelompok," ujarnya.

Bisa jadi beberapa praktek korupsi yang terjadi pada program swakelola ini. Contoh yang sering terjadi adalah membagi fee dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kepala Dinas terkait.

"Untuk itu, Dinas terkait harus tahu terlebih dahulu latar belakang memberlakukan swakelola. Selain itu Dinas terkait harus mengawal proyek swakelola sesuai tujuannya yakni partisipatif, transparan dan efesien," tutupnya.

Terpisah PPK program itu yakni Pak Bakar Selasa, (22/5/2018) kembali dikonfirmasi via pesan singkat bahkan dihubungi berulangkali tanpa memberikan tanggapan sampai saat ini. Padahal hal ini sudah dikonfirmasi sebelum memasuki bulan suci ramadhan oleh media ini. Namun, hingga kini Pak Bakar tak memberikan tanggapan. (FAISAL)