Selasa, 25 September 2018 | 10:43:44 WIB

Perusahaan TLJ dengan Warga Akelamokao Bahas Soal Amdal

Kamis, 21 Juni 2018 | 22:00 WIB
  • Perusahaan tambang emas PT Terrarex Lumina Jaya (TLJ) sedang melakukan pertemuan dengan warga dan pemerintah desa Akelamokao di Desa Akelamokao, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, Rabu (20/6). (FOTO: ALDY/LINDO)

HALBAR, LINDO - Perusahaan tambang emas PT Terrarex Lumina Jaya (TLJ) pada Kamis (20/6) malam mengadakan pertemuan dengan pemerintah desa, warga serta mahasiswa Akelamokao untuk membicarakan soal tehknis isi surat pernyataan yang diusulkan oleh perusahaan TLJ.

Dalam pertemuan itu, perusahaan yang diwakilkan oleh Direktur Utama PT. Terrarex Lumina Jaya Frans Nongka menjelaskan pokok-pokok kehadiran perushaan di desa akelamokao dan menjelaskan soal analisis dampak lingkungan hidup (Amdal) di area pertambangan.

Didalam forum itu, Dirut banyak mempaparkan soal tehknis dan mekanisme perusahaan terhadap kebijakan yang diterapakan nanti. Dalam kesempatan itu, Frans juga memberikan kesempatan untuk berdialog dengan warga berupa tanya jawab pada warga dan mahasiswa Akelamokao.

Dalam sesi tanya jawab itu, warga dan mahasiswa menginginkan agar perusahaan harus benar-benar memberikan komitmen terhadap nasib desanya jika nanti perushaan sudah melakukan hasil produksi.

Selain itu, masalah Amdal juga menjadi topik pembahasan antara mahasiswa dengan perusahaan. Mereka menginginkan agar perusahaan mau membuka ruang untuk menjelaskan secara detail soal isi Amdal dan mekanisme perekrutmen tenaga kerja serta peran perusahaan terhadap desanya jika dikemudian hari perusahaan mengabaikan isi kesepakatan yang dibuat itu.

Dalam dialog itu juga dimanfaatkan warga untuk bertanya secara detail soal keterkaitan perusahaan saat melakukan infestasi di bidang pertambangan.

Namun suasana pertemuan menegang saat Dirut TLJ menyampaikan isi surat pernyataan soal izin perusaahan untuk melakukan aktifitas pertambangan di desa Akelamokao.

Namun tidak terlalu lama karena masyarakat menginginkan agar isi surat tersebut dibahas secara bersama antara warga dan pemerintah desa, dan hal itu juga disepakati oleh pihak perusahaan.

Usai paparan dari masing-masing perwakilan, Dirut TLJ langsung memberikan tanggapan dan jawaban kepada semua pertanyaan secara detail. Dalam kesempatan itu, dia menginginkan agar semua persoalan yang ada di warga dan perusahaan bisa sama-sama teratasi dengan baik.

Sebelumnya dilaporkan sejumlah mahasiswa dan pemuda Akelamokao melakukan aksi boikot melarang perushaan melakukan aktifitas pertambngana di desa Akelamokao, karena mereka menilai perushaaan tidak melibatkan warga di desa Akelamokao dalam membahas soal Amdal.

Informasi yang diperoleh hingga kini sebagian karyawan PT. Terrarex Lumina Jaya, sejak Sabtu (16/6) kemarin mereka tidak melakukan aktifitas ekspolarasi tambang di desa Akelamokao, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. (ALDY)