Jumat, 16 November 2018 | 00:17:29 WIB

Dua Orang Preman Diringkus Anggota Kodim 0611/Garut

Selasa, 3 Juli 2018 | 14:07 WIB
  • (FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Keamanan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat agar kondusifitas wilayah terjaga dengan baik. 

 

Pada Sabtu (30/6) pukul 23.30 WIB di Buderan, Jalan Pramuka Guntur, Kota  Garut, Jawa Barat (Jabar), dua orang preman melakukan pemalakan kepada masyarakat yang lewat, demikian juga dialami oleh anggota Kodim 0611/Garut Pelda Beni yang melintas dijalan tersebut.

 

Kejadian bermula ketika Pelda  Beni yang saat itu tidak sedang berdinas tengah melintas di lokasi kejadian. Saat itu Pelda Beni menjemput salah seorang keluarganya dari Terminal Guntur, Garut dan secara mendadak dihadang oleh kedua pelaku yang berinisial DA (22) dan RA (21) untuk dimintai uang. 

 

Saat itu, pelaku juga tengah memalak seorang laki-laki paruh baya. Setelah memarkirkan sepeda motornya, Pelda Beni tanpa ragu-ragu langsung meringkus keduanya dan membawa mereka langsung ke Koramil sebelum diserahkan ke kepolisian. 

 

"Ketika saya memarkirkan motor kedua preman tersebut sudah melakukan aksi pemalakan juga kepada warga lainnya, baru setelah itu mencegat saya untuk melakukan hal yang sama. Saat itu pelaku langsung saya tangkap dan  saya bawa ke Koramil," ungkap Pelda Beni.

 

Penyerahan kedua pelaku dari Pelda Beni dibenarkan oleh Kapolsek dan kemudian keduanya diperiksa lebih lanjut di Polsek Kota Garut. 

 

Preman berjumlah dua orang yang selama ini mengganggu masyarakat, kini meringkuk ditahanan Polsek Garut Kota. Untuk menindaklanjuti kasus ini, pelaku yang berinisial DA dan RA masih diperiksa secara intensif.

 

"Kami menerima dua orang preman yang diduga melakukan aksi pemalakan  dan hingga saat ini kami masih lakukan pemeriksaan," terang Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo, Senin (2/7).

 

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi pemalakan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh pelaku, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

 

"Sampai sekarang pemeriksaan masih dilakukan, kedua pelaku masih kami tahan, besar kemungkinan pelaku juga sering melakukan aksinya di lokasi lain dan  ada korban lainnya," ucapnya. (ARMAN R)