Selasa, 11 Desember 2018 | 10:29:54 WIB

Siswa Baru Di Berikan Pemahaman Wawasan Kebangsaan Dari TNI

Selasa, 17 Juli 2018 | 22:37 WIB
  • Foto wyu kodim 1508 tobelo maluku utara

Tobelo Lindo-Komando Distrik Militer (Kodim) 1508/Tobelo terus mengintensifkan kegiatan pembekalan pemahaman Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para peserta didik baru dalam masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa siswi baru tahun ajaran 2018/2019.

Seperti halnya yang di terapkan  di SMP Kristen Tobelo Jln. RS. Bethesda, Ds. Gamsungi, Kec. Tobelo, Kab. Halmahera Utara, Prov. Maluku Utara, Selasa (17/07/2018). Kegiatan tersebut dihadiri Kasdim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel,S. Sos, Kepala Sekolah SMP Kristen Tobelo Bpk. Nelson Manihing, para Guru SMP Kristen Tobelo, para Pengurus Osis SMP Kristen Tobelo, beserta siswa siswi baru SMP Kristen Tobelo.

Dalam materinya Kasdim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel,S. Sos, mengatakan sebelum Indonesia Merdeka di perhadapkan dengan perang kedaerahan selama 300 Tahun yang di mana para pendahulu kita berjuang untuk merebut kemerdekaannya,lanjut Kasdim 1508 bahwa Setelah 300 Thn berjuang di daerah hasilnya belum membuahkan hasil,maka Tanggal 20 Mei 1908 lahirlah kebangkitan Nasional yang di prakarsai oleh perwakilan pemuda dari daerah2, dan Setelah 20 Tahun sejak kebangkitan Nasional maka lahirlah Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober 1928, dengan demikian pada Rentan waktu 17 Tahun maka lahirlah Proklamasi 17 Agustus 1945, ungkapnya.

Mewujudkan Persatuan dan kesatuan satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, Nasionalisme,sehingga  Kebersamaan dan rasa ingin merdeka maka timbulah tekad untuk Merdeka dengan semboyan "Merdeka atau Mati". Merebut kemerdekaan dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi dan sejarah Kemerdekaan RI dimana Rakyat Indonesia mempersenjatai dirinya sendiri sehingga Indonesia bisa Merdeka, tegasnya.

Lebih lanjut Kasdim 1508/Tobelo mengatakan, masalah etika dan sopan santun banyak yang sudah melupakannya maka dari itu di harapkan kepada siswa siswi baru agar tidak melupakan etika dan sopan santun baik di sekolah di rumah maupun di lingkungan tempat tinggal para siswa sekalian.

Tambahnya, Di jaman reformasi ini agar para siswa tidak terlibat dengan tawuran pelajar serta tidak terjerumus dalam Narkoba dan Miras yang merusak masa depan kita serta di kita  perhadapkan dengan hukum maka bagi siswa siswi .

Di masa Sekarang ini bangsa Indonesia di perhadapkan dengan perang modern dengan cara Adu domba yang dapat menimbulkan kekacauan/kekerasan. Permasalahan tersebut  yang terjadi saat ini yaitu kurang mengetahui dan memahami sejarah bangsa,karena  hilangnya jati diri dan nilai-nilai Nasionalisme, maka muncul primor dialisme sempit dan ego sektoral serta degradasi moral, katanya.

Mengakhiri materinya Kasdim mengatakan, makna persatuan dan kesatuan agar tidak terpeca belah dan tetap utuh yaitu bersatunya macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh, secara geografi dari sabang sampai merauke dan arti luas seluruh rakyat senasib dan sepenanggungan di wilayah tersebut. Maka Para siswa harus mengetahui dan paham benar tentang  sejarah bangsa, guna mengembalikan jati diri dan rasa nasionalisme, serta meningkatkan etika dan sopan santun, harapnya. (Faisal/WYU - 1508).