Minggu, 21 Oktober 2018 | 02:56:56 WIB

Dipertanyakan Pekerjaan Fasade Gedung Kemnaker Yang Diduga Tidak Tepat Waktu

Rabu, 18 Juli 2018 | 11:55 WIB
  • (FOTO : PROGRESNEWS.INFO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pekerjaan Fasade gedung A dan B kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan volume pekerjaan 11373,22 M2 yang meliputi pemasangan Alumunium Composite Panel (APC) volume 7029,22 M2 dan pemasangan Curtain Wall/Kaca Stopsol Blue volume 4344,51 M2 diduga tidak selesai tepat waktu, karena dalam perencanaan yang sudah ditenderkan hanya 5 bulan, sementara sekarang sudah masuk minggu kedua bulan Juli 2018 dan pekerjaan baru setengah jalan.

 

Seperti yang dikutip dari media online Progresnews.info, yang menjadi perhatian publik sejak pekerjaan ini dimulai, diduga tidak adanya papan nama proyek, padahal papan nama sebuah proyek sangat penting karena memuat penjelasan tentang nama perusahaan, nama pekerjaan, volume pekerjaan, sumber dana dan jumlah anggaran yang diperlukan serta waktu pelaksanaan. 

 

Dengan tidak adanya papan nama proyek saja, sudah menunjukkan tidak profesionalnya kontraktor dalam melaksanakan sebuah proyek pemerintah.

 

“Kami berharap ada penjelasan terbuka dari owner tentang urgensi proyek fasade atas gedung Kemnaker. Bukankah dana lebih kurang 12, 5 miliar rupiah yang diperuntukkan untuk proyek ini akan lebih bermanfaat untuk pembinaan tenaga kerja diberbagai Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia, sementara untuk kontraktor, kenapa tidak ada papan nama proyek,  apa yang mau disembunyikan. Ini zaman keterbukaan,“ kata sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, di Jakarta, Selasa (17/7).

 

Sumber itu juga menjelaskan, sebetulnya kalau mau jujur nilai rill proyek fasade tersebut hanya sebesar 8 miliar rupiah. Kok bisa di mark up hingga 12,5 miliar rupiah. 

 

Menurutnya, proyek ini diduga merupakan proyek yang diarahkan oleh salah seorang kepercayaan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri.

 

"Sungguh ironis memang, kondisi rakyat khususnya tenaga kerja indonesia yang saat ini sedang mengalami pahitnya menghadapi kesulitan hidup, sementara kementerian yang menangani tenaga kerja justru menari - nari di atas proyek proyek fisik miliaran rupiah," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Biro Umum Kemnaker Sumarno ketika dihubungi via hanphone sellulernya pada Senin, 16 Juli 2018 mengatakan, pihaknya akan segera memanggil kontraktor untuk dimintai keterangan soal keterlambatan pekerjaan proyek tersebut. (ARMAN R)