Minggu, 16 Desember 2018 | 01:40:46 WIB

TNI AL Laksanakan Kerja Sama Intelijen Dengan Royal Thailand Navy

Senin, 3 September 2018 | 15:21 WIB
  • (FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan kerja sama pada bidang intelijen denganRoyal Thailand Navy, baru-baru ini, di Bangkok, Thailand. 

 

Angkatan Laut ke dua negara melaksanakan Intelligence Exchange Conference (IEC), yang mana merupakan forum dialog sekaligus diskusi untuk membahas isu-isu keamanan maritim di lingkungan global, regional dan nasional yang berdampak kepada stabilitas keamanan maritim khususnya antara Indonesia dan Thailand.

 

Dalam forum tersebut, TNI AL dipimpin Asisten Pengamanan (Aspam) Kasal Laksda TNI S. Irawan S.E., sedangkan delegasi Royal Thailand Navy diketuai Director General, Naval Intelligence Department (NID) Vice Admiral(VADM) Vasinsan Chantavarin, beserta perwira stafnya.  

 

Bagi Angkatan Laut kedua negara, digelarnya forum ini merupakan sarana komunikasi strategis - operasional di level Angkatan/Matra khususnya dibidang intelijen, melalui berbagi informasi (information sharing) dan komunikasi (Communication Sharing) dalam rangka meneruskan kebijakan kerja sama internasional yang telah dituangkan dalam bentuk kesepakatan pada tingkat pimpinan negara, Kementerian dan Mabes TNI.

 

Kegiatan Intelligence Exchange Conference (IEC) diharapkan dapat menjadi mekanisme efektif untuk memperkuat dalam berbagi informasi, komunikasi dan berkoordinasi guna meningkatkan kerja sama antara kedua angkatan laut dibidang intelijen.

 

Dari pertemuan tersebut, telah dihasilkan beberapa point kerja sama antara lain, kedua belah pihak sepakat bahwa  bahaya narkoba merupakan ancaman bersama dan TNI AL telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba melalui laut, besinergi dengan institusi pemerintah yang terkait. 

 

Dalam kesempatan ini pula, Angkatan Laut Thailand menginformasikan bahwa baru-baru ini, pihaknya telah berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba melalui kontainer di salah satu pelabuhan di negaranya.

 

Angkatan Laut ke dua negara juga sepakat bahwa bentuk dan jenis ancaman baik tradisional maupun non tradisional/militer atau non militer di wilayah perairan Selat Malaka telah menjadi fokus perhatian dunia dan mengganggu stabilitas keamanan maritim kedua negara. 

 

Kedua belah pihak sepakat dengan adanya suatu wadah komunikasi bersama guna mempermudah berbagi informasi mengenai situasi keamanan dan tindak kejahatan di wilayah laut khususnya mengenai penyelundupan Narkoba.

 

Selain itu, dalam kesempatan ini juga Royal Thailand Navy mengapresiasi positif kerja keras dan keberhasilan jajaran intelijen TNI AL bersama dengan satuan operasional di wilayah perairan Indonesia. “Hal ini telah memberikan hasil yang signifikan dengan keberhasilan TNI AL dalam menangkap MV Sunrise Glory pembawa sabu, STS 50 yang merupakan buronan Interpol, penyelundupan mobil mewah, dan banyak keberhasilan lainnya sehingga menurunkan angka kejahatan di laut khususnya perairan Selat Malaka,” ungkap delegasi AL Thailand yang dipimpin VADM Vasinsan Chantavarin.

 

Selain Aspam Kasal, turut hadir dalam pertemuan tersebut sebagai tim delegasi TNI AL, antara lain Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Kadispamal) Laksma TNI Angkasa Dipua, Paban IV Hublu Spamal Kolonel Laut (P) Akmal, Athan Laut Indonesia untuk Thailand Kolonel Laut (E) Hidayaturrahman, perwira di jajaran Staf Pengamanan Angkatan Laut (Spamal) Letkol Laut (P) Yudi Ardian, serta Mayor Laut (E) Irawan Prasetyo. (ARMAN R)