Minggu, 16 Desember 2018 | 10:48:32 WIB

Pangkoarmada II Hadiri Pembukaan Armada Jaya 2018

Senin, 17 September 2018 | 21:09 WIB
  • (FOTO: DISPEN-KOARMADA II/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, menghadiri pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXVI Tahun 2018 oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, di Pusat Latihan Elektronika dan PengendalianSenjata (Puslatlekdalsen) Kodiklatal Surabaya, Senin (17/9).

Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXVI TA 2018 yang bertema, “Kogab TNI Melaksanakan Kampaye Militer di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Mengembalikan Kedaulatan NKRI”. Kegiatan tersebut akan berlangsung dari tanggal 17 s.d. 25 September 2018.

Adapun tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme unsur pimpinan dari staf Komando Tugas Gabungan dalam penggunaan sistem Elektronik Proses Pengambilan Keputusan Militer (e-PPKM) pada pelaksanaan Operasi Gabungan TNI serta sebagai sarana untuk mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan oleh Kotama dan Satuan Kerja di jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus untuk mendukung peningkatan kesiapsiagaan Operasi TNI.

Kasal dalam amanatnya menyampaikan, latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut yang menggabungkan komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam penyelenggaraan Operasi Gabungan (Opsgab TNI) diantaranya adalah Operasi Laut Gabungan (Opslagab), Operasi Amfibi (Opsfib), Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin) dan Operasi Dukungan Pasukan Khusus (Opsduk Passus), serta Operasi Dukungan Informasi (Opsdukinfo).

Perkembangan situasi geopolitik dan geoekonomi yang memicu sengketa teritorial terkait dengan permasalahan sumber daya alam dan energi tentu saja harus dicermati dan disikapi secara tepat agar tidak berkembang menjadi ancaman dan mengganggu kedaulatan negara republik indonesia.

“Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi, antara lain ancaman perang siber (Cyber Warfare) serta ancaman Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika) yang saat ini telah berkembang menjadi ancaman Chemical, Biological, Radiological and Nuclear (CBRN) yang menuntut negara-negara berkembang untuk menata kembali konsep peperangan serta sistem pertahanannya”, kata Kasal.

Berkaitan dengan hal tersebut, para peserta latihan diharapkan untuk tidak memandang latihan ini sekedar rutinitas tahunan, namun ikut berperan serta secara aktif menyempurnakan konsep peperangan kita saat ini.

“Untuk itu saya berharap latihan ini dapat mengoptimalkan peran TNI AL dalam menghadapi peperangan modern yang selalu berkembang”, pungkas Kasal.

Hadir pada acara tersebut, Para Pejabat Utama Mabesal, Komandan Kodiklatal Laksda TNI Darwanto, Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, Pangkolinlamil Laksda TNI R. Achmad Rifai, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Para Asisten Pangkoarmada II, serta seluruh Pelaku Latihan Armada Jaya Tahun Anggaran 2018.  (DISPEN-KOARMADA II)