Rabu, 21 November 2018 | 05:12:35 WIB

100 Prajurit TNI Bantu Relokasi Pengungsi di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu

Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:44 WIB

(Puspen TNI).  Sebanyak 100 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) dan Batalyon Infanteri Raider 600/Modang membantu relokasi para pengungsi korban bencana gempa bumi dan tsunami yang berada di komplek Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Rabu (10/10/2018).

 

Proses jalannya relokasi para pengungsi korban bencana gempa bumi dan tsunami ke tempat penampungan sementara di Lapangan Pakih Rasyid milik Komando Resort Militer 132/Tadulako (Korem 132/Tadulako) yang berjarak 500 meter dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Komando Tugas Gabungan Terpadu (Aster Kogasgabpad) Kolonel Inf  M. Muchidin.

 

Aster Kogasgabpad Kolonel Inf M. Muchidin mengatakan bahwa relokasi para pengungsi yang dilakukan oleh 100 personel TNI tersebut bertujuan agar aktifitas sehari-hari disekitar Bandara Mutiara Sis Al- Juefri Palu dapat berjalan lancar dan tidak terganggu dengan adanya para pengungsian yang masih berada di sekitar bandara.

 

“Terdapat sekitar 370 orang pengungsi yang masih bertahan di komplek bandara, dan mulai hari ini akan kita pindahkan ke tempat yang lebih aman dan representatif yaitu di Lapangan Pakih Rasyid milik Korem 132/Tadulako,” ujarnya.

 

Ditambahkan pula bahwa selain membantu melakukan relokasi bagi para pengungsi, para prajurit TNI juga melakukan pembersihan disekitar bandara yang menjadi tempat pengungsian pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Menurut Kolonel Inf M. Muchidin, dari 370 orang pengungsi sebagian besar ingin kembali ke rumah masing-masing karena saat ini kondisi Kota Palu sudah berangsur-angsur pulih. “Fasilitas umum sudah berfungsi dengan baik seperti listrik telah menyala, perkantoran sudah buka dan beberapa pasar telah normal kembali,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Abdulah (56) salah satu pengungsi yang menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami  mengatakan bahwa sebagian besar para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. “Hari ini saya akan pulang ke rumah setelah sepuluh hari mengungsi di bandara, dan saya mau membersihkan rumah yang sudah beberapa hari saya tinggalkan,” katanya. (Badar/Puspen TNI)