Minggu, 16 Desember 2018 | 20:11:08 WIB

Kapendam I/BB : Penangkapan Dua Oknum TNI, Wujud Keseriusan TNI AD Tangani Masalah Narkoba

Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:46 WIB
  • Kapendam I/Bukit Barisan (BB) Kolonel Inf Roy Sinaga. (FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim Gabungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap dua oknum anggota TNI AD yang menjadi kurir narkotika jenis pil ekstasi dari Provinsi Riau yang akan dibawa ke Cilegon, tepatnya di Agen bus ALS di daerah Cilegon, Merak, Banten,beberapa waktu lalu.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan (BB) Kolonel Inf Roy Sinaga mengatakan, pengungkapan jaringan ini bermula dari penangkapan oknum dua orang anggota TNI AD oleh tim gabungan TNI AD dan BNN pada akhir bulan September lalu atau tepatnya 29 September 2018.

“Penangkapan anggota TNI AD ini sesungguhnya telah dilakukan 18 hari yang lalu oleh tim gabungan dan ketika itu kedua oknum Kopda ED dan Praka RM yang merupakan anggota Yonif 132/Bima Sakti Kodam I/Bukit Barisan sedang membawa narkotika jenis pil ekstasi dari Riau yang akan dibawa ke Cilegon,” ungkap Kolonel Inf Roy Sinaga, Rabu (17/10).

Dulu lanjutnya, sudah disampaikan di media, kedua tersangka oleh petugas gabungan untuk sementara diamankan di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, berserta Barang Bukti (BB) berupa pil ekstasi sebanyak 65 ribu butir warna pink.

Siangnya kata Kolonel Inf Roy Sinaga, kedua oknum tersebut langsung diserahkan dan diamankan di Pomdam Jaya/Jayakarta, sedangkan barang bukti pil ekstasi masih berada di kantor BNN.

“Setelah menerima laporan tentang penangkapan, maka pihak Kodam I/BB dalam hal ini Pomdam I/BB menjemput kedua oknum anggota tersebut dibawa dan dilakukan pemeriksaan awal di Pomdam I/BB” terang Roy.

Sesua Undang – Undang (UU) No 31 tahun 1997, yaitu locus delicti (tempat kejadian) dan tempos delicti (waktu kejadian) berada di wilayah Kota Cilegon, maka proses penyidikan selanjutnya harus dilaksanakan di Pomdam III/Slw.  “Oleh karena itu, pihak Kodam I/BB melalui Pomdam I/BB pada 11 Oktober lalu kedua oknum tersebut kita serahkan ke Pomdam III/Slw untuk proses penyidikan pelaku,”jelasnya.

Menurut Kapendam, saat ini kedua oknum anggota tersebut masih dalam pemeriksaan atau penyidikan petugas POM TNI dalam hal ini Pomdam III/Slw, sehingga belum bisa diterangkan secara rinci terkait keterlibatan kedua oknum tersangka tersebut.

“Kodam BB sangat serius menangani permasalahan ini, sebagaimana komitmen yang disampaikan oleh Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), prajurit TNI, haram hukumnya bersentuhan dengan narkoba. Kita akan proses secara tuntas, jika terbukti bersalah pasti mendapatkan hukuman yang berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi prajurit TNI,” tegas Roy.

Menurutnya, Kodam I/BB selama ini sudah melakukan tindakan preventif dan berulang kali memberikan pengarahan-pengarahan kepada prajurit beserta keluarganya baik melalui Komandan Satuan yang sifatnya internal seperti Jam Komandan, sosialisasi dan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilakukan secara acak, mendadak  dan sifatnya rahasia.

“Dalam setiap kesempatan, Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadillah selalu menyampaikan kepada prajurit untuk menjauhi barang haram ini dan katakan tidak pada narkoba. Untuk itu, Jika terbukti bersalah maka Pangdam tidak segan-segan akan memproses pemecatannya” ujar Alumni Akmil 1997 ini. (ARMAN R)