Rabu, 21 November 2018 | 05:14:05 WIB

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan Ke-56 TP 2018 Mengikuti Diskusi Panel Bidang Iptek

Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:57 WIB
  • (FOTO : BAGPENSESKOAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Dikreg Seskoal) Angkatan ke-56 TP 2018, melaksanakan diskusi panel bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), di Kelas A gedung R.E. Martadinata , Seskoal Cipulir Jakarta Selatan., Kamis (18/10).

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Pengkajian Pengembangan Pendidikan (Dirjianbangdik ) Seskoal Kolonel Marinir Much. Sulchan mewakili Komandan Seskoal Laksda TNI Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D.. yang dihadiri Kadepiptek Seskoal Kolonel Laut (E) Saptono Djuniawan dan pejabat utama Seskoal lainnya serta Patun Dosen Seskoal.

Diskusi panel bidang Iptek dengan tema “Melalui Sinergitas  Lembaga Riset Nasional dan Industri Pertahanan Dalam Negeri Kita Wujudkan Kemandirian Alutsista” ini, mendatangkan dua panelis dari luar, yaitu panelis I Kepala Pusdiklat Kemenristekdikti Ir. Wisnu Sardjono Soenarno, M. Eng. dengan moderatot Mayor Laut (T) Agus Trianto dan Sekretaris Mayor Laut (S) Abu Ali, S.E..  Sedangkan Panelis II  Direktur Utama PT. Krakatau Steel Bapak Silmy Karim, moderator Mayor Marinir Nikodemus Balla, dan Sekretaris Mayor Laut (KH) Pandji Utoro, S.Kom.

Dirjianbangdik Kolonel Marinir Much. Sulchan, M.Tr (Han) mengatakan, diskusi panel dilaksanakan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada para Pasis Dikreg Seskoal tentang perkembangan teknologi militer dunia yang begitu pesat, sehingga harus muncul ide gagasan yang strategis untuk mampu mengimbangi perkembangan teknologi agar terlepas dari ketergantungan produk-produk asing. 

“Diskusi ini merupakan ajang pelatihan untuk menggali, memunculkan dan menuangkan gagasan atau pemikiran konseptual dalam bidang teknologi militer untuk mendorong serta mewujudkan kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutista) Tentara Nasional Indonesia (TNI).  Negara yang teknologi serta system persenjataannya tergantung pada negara lain, akan mudah keropos kekuatan militernya jika ada embargo,” terangnya.

Kegiatan diskusi panel bidang Iptek diakhiri dengan tanggapan, diskusi dan tanya jawab serta penyerahan cinderamata. (ARMAN R)