Jumat, 19 Juli 2019 | 19:42:23 WIB

Kunjungan Menhan India Perkuat Hubungan RI - India

Rabu, 24 Oktober 2018 | 21:04 WIB
  • (FOTO : PUSKOMKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Saat ini Indonesia dan India telah memiliki 3 (tiga) forum bilateral di bidang pertahananan dan keamanan, yaitu Biennial Meeting pada level Menhan, Joint Defence Cooperation Committee (JDCC) pada level Sekjen dan Indonesia-India Security Dialogue (IISD) pada level Menko Polhukam.

Hubungan Republik Indonesia (RI) - India ini semakin diperkuat dengan kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan (Menhan) India Smt. Nirmala Sitharaman beserta rombongan kepada Menhan RI Ryamizard Ryacudu, ke Kantor Kementerian  Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta Selasa (23/10).

Ini merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya Menhan RI berkunjung ke India sebagai pembicara dalam Forum Raisina Dialogue serta Biennial Meeting pada bulan Januari 2018 lalu.

Kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia telah memiliki payung hukum, berupa Defence Cooperation Agreement (DCA) yang telah ditandatangani pada 11 Januari 2001 lalu di Jakarta.

Dalam perjalanannya DCA telah direvisi bersama dan telah ditandatangani kedua belah pihak secara sirkular pada bulan Mei 2018. Dokumen tersebut secara seremonial telah diserahterimakan bersamaan dengan kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia pada bulan Mei 2018.

Terkait implementasi kerja sama tiga negara antara Indonesia-India-Australia dalam bidang pertahanan, belum memiliki framework (kerangka kerja) yang sesuai. Mengingat prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan saling menghormati secara setara masih perlu terus dibangun oleh ketiga negara.

Hal tersebut terkait dengan adanya perbedaan perspektif terhadap beberapa masalah keamanan seperti keterlibatan dalam sengketa Laut China Selatan, keterikatan dalam pakta pertahanan serta posisi masing-masing negara terhadap persaingan antara dua negara besar, Amerika Serikat (AS) dan China.

Di samping itu, Indonesia secara konsisten menerapkan politik luar negeri yang bebas dan aktif, sekaligus menempatkan Asean sebagai saka guru dari kebijakan politik luar negeri (UU No 38 tahun 2008).

Untuk kerja sama strategis di bidang industri pertahanan, Indonesia sangat menghargai inisiasi Nota Kesepahaman atau MoU yang telah dikirimkan oleh Bharat Electronic Ltd, India ke PT Len.

Pihak India berharap Mou dimaksud dapat ditanda-tangani pada saat Indo Defence tahun ini. Pada prinsipnya Kemhan RI akan terus mendukung upaya-upaya dalam memperkuat hubungan kerja sama Industri pertahanan Indonesia-India.

Kedua negara berharap berbagai peluang dalam kerja sama tersebut dapat ditindak-lanjuti seperti supply chain komponen dalam produksi radar maupun sonar. Saat ini MoU tersebut sedang dalam pembahasan internal PT.Len dan diharapkan akan segera dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas keunggulan teknologi yang dimiliki oleh India. yaitu misil jarak jauh. Hal ini sejalan dengan Indonesia yang saat ini sedang membangun 7 (tujuh) program unggulan nasional dalam industri pertahanan dan salah satu diantaranya adalah penguasaan teknologi misil.

Untuk itu, forum pertemuan seperti yang dilakukan Indonesia dan India perlu dipertahankan dan dilanjutkan sehingga kontinuitas hubungan pertahanan kedua negara dapat terpelihara. (ARMAN R)