Selasa, 20 November 2018 | 23:15:08 WIB

Kasad : Personel TNI AD Bagian Dari Sumber Daya Pembangunan Nasional

Jum'at, 2 November 2018 | 08:30 WIB
  • (FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) merupakan bagian dari sumber daya pembangunan nasional yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong percepatan pembangunan dan menyeimbangkan antara kepentingan pembangunan ekonomi dengan pertahanan dan keamanan. 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman mewakili Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra, di Aula Kantor PT. Waskita Karya, Jakarta Timur, Rabu (31/10).

 

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakasad, Jenderal TNI Mulyono menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Bapak I Gusti Ngurah Putra selaku Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, atas kepercayaanya dalam membangun kerja sama dengan TNI AD. 

 

‘’Kerjasama antara TNI AD dengan PT Waskita merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Panglima TNI dengan seluruh kementerian, yang sebelumnya hanya dengan sebelas kementerian. Ini penting, guna menyelaraskan antara kepentingan ekonomi dengan pertahanan dan keamanan,” kata Kasad. 

 

Kasad sangat berharap, agar berbagai potensi yang dimiliki personel TNI AD merupakan bagian dari Sumber Daya Nasional yang dapat dioptimalkan oleh pihak pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara optimal, baik melalui proses alih status maupun alih profesi guna mendukung percepatan pembangunan nasional.

 

“Pengalaman mereka selama berdinas di lingkungan Angkatan Darat tentunya telah memberikan bekal pengetahuan, kemampuan dan karakter yang mumpuni dibidang profesi masing-masing,” jelas Kasad. 

 

Menurutnya, rata-rata para Perwira TNI AD telah menempuh penugasan, baik di lapangan maupun sebagai staf dengan tingkat kinerja yang baik. Oleh karenanya, lapangan penugasan baru dari second career ini tidak hanya dalam hal pengamanan, namun juga dibidang teknis seperti konstruksi, hukum, keuangan dan lain sebagainya.

 

Sebelumnya, Direktur Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menyampaikan bahwa kebutuhan personel dari TNI AD, didasarkan dari banyaknya kecelakaan yang dialami tenaga kerja pada tahun sebelumnya.

 

“Sinergitas antara TNI AD dan Waskita diharapkan dapat membantu kami dalam mencapai zero accident, karena sesungguhnya pencegahan yang paling utama adalah karakter yang memiliki integritas, disiplin, tertib serta ketaatan kepada norma atau aturan yang berlaku,” ujar I Gusti Ngurah Putra.
 

Disitulah menurutnya, nilai lebih yang dimiliki oleh prajurit yang dapat di terapkan dilingkungan Waskita, namun kami memahami, dengan pengalaman dan lingkungan kerja militer seperti itu, biasanya mereka cenderung kaku. "Oleh karenanya, nanti kami harapkan bagi mereka yang akan melanjutkan pengabdian di waskita dapat lebih fleksibel,” harap I Gusti Ngurah Putra.

 

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker Basma Hadi menyampaikan, selama tahun 2017 terjadi sekitar 123.000 kasus kecelakaan kerja yang didalamnya terdapat 1.873 kasus atau sama dengan 5 kasus per hari dibidang Konstruksi. Menurut Basma Hadi, dengan terjaminnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi, maka secara otomatis akan meningkatan produktivitas perusahaan.

 

Setelah dilaksanakan penadatanganan PKS ini, dilanjutkan dengan pelatihan ahli muda K3 Konstruksi TNI AD kerjasama PT. Waskita yang dilaksanakan di Rindam Jaya mulai Kamis 1 Nopember 2018. 

 

Dalam acara penandatanganan PKS ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menkopolhukam Agus Zaini, perwakilan dari Tenaga Ahli Kantor Presiden, Irjenad, Para Asisten Kasad, Kasahli Kasad, dan Dirkumad. (ARMAN R)