Selasa, 20 November 2018 | 23:24:16 WIB

Panglima TNI Sambut Kedatangan Satgas MTF TNI Konga XXVIII J/UNIFIL KRI Usman Harun - 359

Senin, 5 November 2018 | 13:41 WIB
  • (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan personel KRI Usman Harun-359 yang telah menyelesaikan tugasnya selama satu tahun, menjadi Pasukan Perdamaian Dunia dibawah naungan PBB /United Nation sebagai Satuan Tugas  Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), di Lebanon. KRI Usman Harun-359 dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H., M.Si, yang juga merupakan Komandan Satgas MTF, Konga XXVIII-J UNIFIL.

 

Penyambutan tersebut melalui upacara militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11).

 

Sebagaimana diketahui, KRI Usman Harun mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon sejak 23 September 2017 hingga 30 September 2018. Selesainya tugas KRI Usman Harun di Lebanon sebagai Pasukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), ditandai dengan pelaksanaan serah terima mandat/Transfer of Authority dengan KRI penggantinya yaitu KRI Sultan Hasanuddin - 366, di Beirut Port. 

 

Kegiatan serah terima mandat tersebut dipimpin oleh Commander MTF UNIFIL, Rear Admiral Eduardo Machado Vazquez.

 

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL berjumlah 100 prajurit yang terdiri dari 94 pengawak KRI Usman Harun, 1 Perwira Intelejen, 1 Perwira Psikologi, 1 Dokter Militer, 1 Perwira Penerangan, 1 Kopaska, dan 1 Penyelam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

 

Selama menjalankan tugasnya sebagai Pasukan Perdamaian PBB, KRI Usman Harun memiliki tugas Membantu Lebanese Armed Forces (LAF) Navy untuk mencegah masuknya senjata atau peralatan terkait lainnya menuju Lebanon secara ilegal melalui laut. Selain itu juga melatih LAF Navy untuk dapat melaksanakan operasi keamanan maritime di wilayah laut teritorialnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutannya mengatakan, tugas yang dilaksanakan personel KRI Usman Harun di bawah bendera PBB merupakan tugas yang mulia dan membanggakan.

 

"Tugas sebagai diplomat TNI semacam itu, tidak hanya membawa nama baik negara, dan memberi pengalaman secara individu. Tapi wawasan yang didapat oleh prajurit di medan penugasan, harus dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalisme satuan, dan keberhasilan misi - misi berikutnya," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Menurutnya, TNI sedang meningkatkan pelaksanaan diplomasi militer, karena diplomasi militer yang kuat sangat dibutuhkan, dalam mendukung diplomasi luar negeri, guna memperkuat posisi Indonesia.

 

Hadir dalam penyambutan tersebut, para kepala staf angkatan, Koorsahli Panglima TNI, Asisten Panglima TNI, Asisten Kepala Staf Angkatan, Panglima Kolinlamil dan pemimpin Komando Utama (Kotama) lainnya di wilayah Barat.

 

KRI Usman Harun merupakan salah satu dari tiga jenis kapal (Multi Role Light Fregate) milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Dua KRI sejenis, lainnya yaitu KRI Bung Tomo-357 dan KRI Jhon Lie - 358. KRI Usman Harun memiliki panjang 95 meter, Tinggi 35,4 meter, dan lebar 12,7 meter. 

 

Kesenjataan canggih melengkapi KRI ini dan didukung oleh Platform System yang baik, diantaranya radar navigasi, radar surveillance untuk mendukung pengamatan udara, serta radar tracker senjata untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran, Meriam 76 mm Otomelara Super Rapid Gun (OSRG) dan 30 mm di lambung kanan dan kiri kapal yang dapat berperan sebagai CIWS (Close in Weapon System) jika ada bahaya udara mengancam. (ARMAN R)