Senin, 23 September 2019 | 12:28:06 WIB

Hadapi Ekonomi Digital, Ini yang Harus Dipahami Generasi Muda

Kamis, 15 November 2018 | 20:16 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menurut data Organisasi Buruh Internasional (ILO), akibat revolusi industri 4.0, sebanyak 56% pekerjaan di Indonesia terancam akan diambil alih oleh robot.

"Untuk menghadapi  potensi pengurangan tenaga  kerja tersebut, ada dua langkah  implementasi, salah satunya adalah meningkatkan  keterampilan  yang  sesuai  untuk tenaga  kerja  agar tidak  diganti oleh industri otomasi  4.0," Kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Maruli Hasoloan, saat membuka Konferensi Regional untuk Mengurangi Pengangguran Generasi Muda, di Jakarta, Kamis (15/11).

Selain itu lanjutnya, pelatihan  kewirausahaan  dan  akses  modal  untuk memulai  dan  mengembangkan  sektor swasta juga harus dilakukan.

Menurutnya, berbagai  langkah  pengembangan  yang  dilakukan pemerintah  Indonesia telah menunjukkan  beberapa perbaikan.  Salah  satunya adalah program  peningkatan pelatihan  dengan kebijakan yang  dikenal sebagai  3R (Revitalisasi, Reorientasi, dan  Rebranding) di Balai Latihan Kerja. Peningkatan kualitas dikembangkan melalui strategi Triple Skilling , yaitu skilling, upskilling, dan reskilling. 

"Pekerja yang  tidak  dilengkapi dengan keterampilan dapat bergabung dengan  program skilling sehingga mereka akan belajar keterampilan khusus untuk sektor tertentu," terang Maruli.

Sementara itu tambahnya, pekerja yang sudah memiliki keterampilan dan perlu peningkatan  keterampilan, dapat mengikuti program up skilling. Sedangkan bagi yang ingin beralih keterampilan bisa mengambil program re-skilling.

Pemerintah menyadari pentingnya menanggapi tantangan pekerjaan kaum muda dengan meluncurkan rencana aksi nasional. "Diantaranya terdiri dari kemampuan mendapatkan pekerjaan, kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan kesempatan yang setara untuk memenuhi tujuan pekerjaan yang layak dan produktif bagi kaum muda," papar Maruli.

Untuk diketahui, acara ini terselenggara atas kerjasama antara Kemnaker, ILO, ASEAN, dan Pemerintah Swiss. Hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan dari Thailand, Singapura, Timor Leste, Filipina, Laos, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. (ARMAN R)