Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:22:35 WIB

Sekjen Wantannas: Bela Negara Bisa Dimulai Dengan Hal Kecil dan Sederhana

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:29 WIB
  • (FOTO: WANTANNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Definisi bela negara adalah kesadaran sebuah bangsa yang subtansinya adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegera, serta meyakini Pancasila sebagai dasar negara.

Hal demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Letjen TNI Doni Monardo, saat memberikan sambutan dalam acara Rembuk Nasional Bela Negara yang diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal (Setjen) Wantannas, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (17/12).

“Bagaimana implementasi bela negara, ada banyak arti dan cara bagi kita dalam membela negara, siapa saja bisa melakukannya tanpa terkecuali,” terang Letjen TNI Doni Monardo.

Menurutnya, aktualisasi bela negara adalah peran masyarakat yang memberikan dampak yang luar biasa kepada bangsa dan negara, seperti para atlet para games Indonesia yang secara fisik tidak sempurna namun bisa mengibarkan bendera, anak sekolah yg menanam mangrove, dan aktivitas lain yang bisa memberikan kontribusi nyata untuk bangsa dan negara.

“Bela negara bisa dimulai dengan hal-hal kecil, seperti tersenyum ketika menyapa orang lain, dari hal-hal kecil inilah kita bisa memulai menambah teman, saudara dan meningkatkan persatuan bangsa,” pesan Sekjen Wantannas kepada para peserta Rembuk Nasional yang memenuhi aula Birawa Bidakara.

Letjen TNI Doni juga berpesan, agar para orang tua harus mendorong kepada anak-anak muda generasi yang akan datang untuk menjadi wirausaha. Karena para wirausahawan lah yang mempunyai kemampuan untuk menggerakkan perekonomian.

“Kita harus mengingatkan kepada siapapun untuk bersemangat dalam bekerja, hal ini adalah termasuk bela negara. Kepada semua anda yang hadir di sini adalah sebagai bentuk bela negara,” jelasnya.

Begitu juga dalam bidang pertahanan, ancaman nirmiliter merupakan ancaman yang harus diwaspadai. “Semua warga negara wajib memelihara pertahanan keamanan. Ketika dalam keadaan damai apa yang harus dilakukan, dan ketika dalam keadaan darurat militer dan sipil apa yang harus kita lakukan,” ujar Sekjen Wantannas.

Sekjen juga menceritakan berbagai pengalamannya saat menangani konflik yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti yang terjadi di Maluku dan Aceh. Komunikasi menjadi kunci utama agar terwujud keamanan dalam negeri.

Pada akhir sambutannya, Sesjen menutup sambutannya dengan slogan “Ketahanan Yang Kuat Adalah Rakyat Yang Sejahtera”.

(ARMAN R)