Jumat, 19 Juli 2019 | 07:07:29 WIB

Kegiatan Skala Nasional Berhasil Dituntaskan TNI Di 2018

Kamis, 17 Januari 2019 | 21:34 WIB
  • (FOTO : PENKOHANUDNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Staf (Kas) Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsma TNI Arief Mustofa, M.M., bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara pengibaran bendera 17 - an Bulan Januari, di lapangan apel Makohanudnas Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (17/1). Upacara dihadiri oleh para pejabat beserta seluruh anggota Markas Kohanudnas dan Kosekhanudnas I.

Upacara bendera di Bulan Januari 2019 ini membacakan sambutan Panglima TNI. Dalam sambutannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., yang dibacakan Kas Kohanudnas Marsma TNI Arief Mustofa, M.M., menyampaikan, di tahun 2018 menjadi pembuktian bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) mampu menyelenggarakan beberapa kegiatan berskala nasional secara serentak, seperti TNI melaksanakan penanggulangan bencana gempa di Lombok dan di Palu, mengamankan penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang serta pengamanan IMF World Bank Annual Meeting di Bali.

Selain itu untuk pertama kalinya TNI berhasil melaksanakan latihan gabungan dengan skenario tiga trouble spot yang berbeda sekaligus di Morotai, Selaru dan Timika.

Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan, dii tahun 2018 Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga melaksanakan pengembangan organisasi baru, yaitu: Divisi 3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 dibentuk di wilayah timur Indonesia dalam rangka mendukung program pemerintah juga peresmian Satuan TNI Terintegrasi (STT) di Natuna.

STT Natuna merupakan satuan Tri Matra terpadu yang dapat melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia, lengkap dengan segala fasilitasnya.

Pada misi perdamaian dunia, di tahun 2018, TNI berhasil menempatkan diri pada posisi tujuh dunia sebagai negara kontributor pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB). Terdapat delapan misi PBB di mana prajurit TNI bertugas dalam berbagai posisi termasuk Wanita TNI, personel TNI yang telah bertugas dibawah bendera PBB sejak tahun 1957.

Panglima TNI mengingatkan, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan.

TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat.

Pesta Demokrasi 2019 merupakan event akbar nasional yang menjadi perhatian kita semua. Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama dan setelah pemilihan tersebut. Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. (ARMAN R)