Sabtu, 16 November 2019 | 09:27:50 WIB

Menhan: Jati Diri TNI Adalah Jati Diri Prajurit Tentara Rakyat

Kamis, 31 Januari 2019 | 12:18 WIB
  • Menhan Ryamizard Ryacudu menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: KEMENHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mengembalikan hubungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada roh dan jati dirinya yang sejati sesuai amanat konstitusi yang disusun oleh para pahlawan kemerdekaan dan para pejuang pendiri bangsa. Jati diri TNI adalah jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara professional untuk selalu dapat dicerminkan dalam pola pikir dan pola tindaknya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat memberikan pembekalan kepada peserta Rapim TNI Tahun 2019, yang dihadiri Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, serta Udara, di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (30/1).

Menurut Menhan, profesionalisme TNI terletak pada integritas, loyalitas dan komitmennya untuk selalu menjaga dan mengamankan idiologi pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945, demi tetap tegak utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sangat, sangat kita cintai. “Sebagai TNI yang terikat sumpah untuk menjaga idiologi negara pancasila sesuai marga kedua Sapta Marga,” ujar Ryamizard.

TNI lanjutnya, juga mengemban amanah untuk tunduk terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai demokrasi yang dilandasi hukum dan UUD, di mana kedudukan TNI dikokohkan sebagai alat pertahanan negara. Dengan demikian sebagai TNI yang professional, maka hukum dan Undang-Undang harus ditempatkan sebagai Panglima tertinggi yang harus dihormati sejalan dengan norma dan prinsip-prinsip demokrasi.

Kedudukan TNI kata Menhan, adalah sebagai alat atau instrument pertahanan negara guna mewujudkan objektif strategis arsitektur pertahanan negara. Sementara itu fungsi Polri adalah sebagai instrument keamanan dan ketertiban negara dan masyarakat.

“Menhan memiliki kapasitas selaku Menteri bidang Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan industri pertahanan yang memegang amanah untuk mendesain dan menentukan kebijakan strategis pembangunan alat utama sistem kesenjataan TNI,” Jelas Menhan.

Panglima TNI tambahnya, berada pada tataran pengguna kekuatan yang bersifat implementatif dan operasional. Kemhan berada pada tataran konsepsi dan kebijakan serta pengembangan kekuatan TNI. Sedangkan Kepala Staf Angkatan memiliki fungsi sebagai pembina kekuatan guna membangun postur TNI yang diwujudkan pada kesiapan operasional dan gelar kekuatan pertahanan sesuai matranya.

Sebagai keluarga besar TNI, pembela idiologi yang di DNA nya mengalir nilai-nilai luhur pancasila, harus ikut serta mengendalikan penyebaran aliran ini.

“Dengan demikian Kemhan dan TNI mengemban amanah mulia untuk mengelola pertahanan negara guna memberikan rasa aman kepada rakyatnya, perlu terus mengkaji dan mendalami perkembangan lingkungan strategis yang mempengaruhi dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan maupun internasional. Setiap dinamika dan kompleksitas ancaman harus dapat direspon secara cepat, tepat dan benar. Hal ini tentunya memerlukan pemikiran dan saran-saran masukan yang cermat dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta konkrit,” paparnya.

Di samping itu, tahun 2019 dikatakan tahun politik, karena rakyat Indonesia pada tahun ini akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg).

“Sebagai aparat pertahanan dan keamanan negara, kita perlu terus mengamati berbagai dinamika dan perkembangan situasi nasional dengan seksama, Karena apabila tidak waspada bersama, akan dapat mengimbas serta mempengaruhi stabilitas keamanan nasional,” kata Menhan.

Menurutnya, strategi pertahanan negara merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional, guna mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bangsa serta yang lebih penting lagi merupakan guna mengamankan kepentingan nasional serta penopang tetap tegaknya NKRI.

“Hiduplah dengan penuh integritas dan kejujuran, serta terus selalu berbicara yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang Maha Esa,” pesan Menhan.

ARMAN R