Selasa, 19 November 2019 | 18:28:35 WIB

Unhan Gelar Peluncuran Buku “Kepemimpinan Nusantara (Archipelago Leadership)”

Jum'at, 22 Februari 2019 | 20:54 WIB
  • (FOTO : UNHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar peluncuran buku “Kepemimpinan Nusantara (Archipelago Leadership)” hasil karya yang ditulis oleh Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.

Selaku Keynote Speech, Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP, dan seluruh pejabat serta mahasiswa Unhan, di Gedung Auditorium Kampus Bela Negara Unhan Sentul-Bogor, Jawa Barat, Jum’at, (22/2).

Dalam sambutan pembukaan peluncuran buku tersebut, Guru Besar Unhan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio mengatakan, kepemimpinan merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan, sebab menyangkut keberlangsungan sebuah organisasi, lembaga, perusahaan, atau bahkan negara.

Menurutnya, keberhasilan sebuah negara, dalam mencapai tujuan nasionalnya sangat ditentukan oleh bagaimana para pemimpinnya di berbagai tingkatan menjalankan kepemimpinannya.

Buku ini membahas kepemimpinan di Indonesia, dikaitkan dengan kondisi geografis yang berciri kemaritiman dengan jumlah pulau mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah hampir 6,5 juta km2 serta garis pantai sekitar 99.149 kilometer.

Posisi geografis sangat strategis, terletak di antara dua samudera dan dua benua, menjadi bagian dari Sea Lines of Communications (SLOCs) dan Sea Lines of Trade (SLOT) perekonomian dunia. Penduduknya sekitar 257 juta berasal dari 1.340 suku bangsa dan 1.158 bahasa daerah, dengan adat istiadat yang berbeda-beda, sehingga tingkat kesejahteraannya belum sepenuhnya merata.

Buku ini juga membahas gaya pemimpin dan kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia (RI), terutama yang terkait dengan bidang kemaritiman. Selain itu, akar kepemimpinan di Nusantara juga dibahas, dengan mengambil sampel kepemimpinan di Pulau Jawa, sebagai populasi terbesar dari penduduk Indonesia. Kepemimpinan Jawa ditelusuri sejarah, nilai-nilai, dan filosofinya sejak dari masa kerajaan Jawa-Hindu hingga zaman kerajaan Mataram-Islam, serta di zaman modern. Selain itu dicontohkan juga bagaimana pemimpin Nusantara pra-Indonesia dalam menjalankan kepemimpinannya, terutama dalam kepemimpinan di bidang maritim.

Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya  memyampaikan,  buku ”Kepemimpinan Nusantara” adalah buku yang sangat relevan dan sangat penting untuk dijadikan referensi  didalam upaya untuk membentuk kader - kader Pemimpin Nusantara ditengah derasnya dinamika Perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.

 

Menurut Menhan, seorang pemimpin tentunya harus memiliki komitmen dan integritas yang kuat yang didasarkan pada landasan nilai-nilai keluhuran budi dan teguh pada keyakinannya untuk mencapai sebuah sebuah tujuan mulia. 

“Pemimpin sejati juga harus memiliki prinsip-prinsip kebaikan dan kebenarannya yang telah diyakininya, sehingga ia tidak mudah goyah untuk terus melangkah didalam menghadapi tantang dan rintangan,” terang Ryamizard Ryacudu.

Laksamana TNI (Purn) Marsetio dikenal sebagai pemimpin dan seorang cendekiawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). didalam darahnya mengalir perpaduan yang harmonis dari seorang Praktisi sekaligus sebagai seorang  akademisi.

Ia pernah menjadi pemimpin tertinggi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sekaligus sebagai Guru Besar, ini adalah perpaduan dan kombinasi yang sempurna untuk menjadi seorang penulis yang baik. Berbekal pengalamannya di lapangan digabungkan dengan teori kepemimpinan yang dipelajarinya menjadikan buku ini semakin penting untuk diambil intisarinya sebagai bekal sangat berharga bagi para generasi Muda Indonesia di era milenial ini.

Menhan berharap, dengan diterbitkan buku ini, bagi yang membacanya akan ikut menghayati akan nilai-nilai kesejatian seorang pemimpin yang intinya adalah kekuatan karakter, di mana dari hasil berbagai Survei dan penelitian pembentukan kader Pemimpin disimpulkan, bahwa karakter atau integritas menempati porsi terbesar yaitu 80%, sementara ilmu 5%, pengetahuan umum 5% dan kemampuan dalam pengambilan keputusan 10%.

Sebagaimana ditulis dalam buku ini, calon pemimpin nusantara kedepan harus dipersiapkan untuk mengawaki proses pembangunan di Indonesia di segala lini untuk menuju Indonesia yang adil, makmur dan sentosa.

Pemimpin Indonesia juga harus terus memiliki jati diri yang dilandasi pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945, mereka mengemban amanah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. 

Pemimpin Nusantara juga harus dapat terus menjaga dan melestarikan  Pancasila dan UUD 1945, karena Pancasila dan UUD 1945 mengandung amanah dan nilai-nilai mulia khas bangsa Indonesia yang merupakan pondasi utama tetap utuh tegaknya NKRI kita tercinta.

Sebelum acara ini di tutup dilanjutkan dengan ulasan Buku oleh Dr. Andi Widjajanto.  Selain dihadiri Menhan  dan Pejabat di lingkungan Unhan, juga turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan Laksda TNI Agus Setiadji SAP, M.A dan para pejabat eselon 1 di lingkungan Kemhan dan Unhan, para mantan Rektor Unhan, para guru besar Unhan, Kasal dari masa ke masa, Pejabat TNI dilingkungan Mabes TNI/Angkatan, pejabat Kemenko Maritim,  Kementerian Pariwisata, Kementerian ESDM,  PT Arwana Citramulia Tbk.,  PT Sinar Mas, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), para Mantan Komite Kebijakan Publik (KKP), serta Letting AAL 26/81.

 

Di akhir acara Peluncuran Buku “Kepemimpinan Nusantara (Archipelago Leadership)” Juga dilakukan penyerahan alat musik kolintang oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia Penny Iriana Marsetio.

Dalam sambutannya, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia  optimistis, alat musik kolintang akan mendapat pengakuan United Nations Educational Scientific and Cultural (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia.

Menurut  Penny, kolintang yang merupakan alat musik tradisional asal Sulawesi Utara (Sulut), adalah warisan budaya Indonesia yang berhak mendapatkan pengakuan UNESCO.

“PINKAN Indonesia bangga karena nusantara memiliki keragaman budaya dan tradisi yang tecermin pada Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Penny. (ARMAN R)