Selasa, 18 Juni 2019 | 06:10:15 WIB

BTN Syariah Kejar Target Berkontribusi ke Induk Usaha

Senin, 18 Maret 2019 | 08:23 WIB
  • Ilustrasi - BTN Syariah. (FOTO: MEDCOM/BTN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Unit usaha PT Bank Tabungan Negara Tbk, BTN Syariah mengejar target untuk meningkatkan kontribusinya ke induk usaha di 2019.

Direktur BTN Budi Satria mengatakan sejak berdiri 14 tahun lalu, BTN Syariah telah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp26 triliun dan telah membukukan aset senilai Rp28,5 triliun.

Menurut diaJawa Timur (Jatim) sebagai salah satu kontributor utama dalam kinerja BTN syariah membukukan kinerja yang cukup baik. Kinerja wilayah Jatim pada 2018 untuk aset sekitar Rp2,5 triliun, meningkat kurang lebih 18 persen dan memberikan kontribusi sekitar 7,31 persen dari aset UUS BTN nasional.

"Hal tersebut ditopang dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan menjadi sebesar Rp2,5 triliun, meningkat sebesar 19,04 persen dan memberikan kontribusi sebesar 11,39 persen dari penyaluran pembiayaan UUS BTN nasional," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

Menopang target tersebut, lanjut dia, pada triwulan pertama 2019, BTN Syariah menggelar roadshow penawaran pembiayaan properti BTN iB Kredit Pemilikan Rumah (KPR Hits) ke sejumlah kota di Indonesia di antaranya Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Pembiayaan ini merupakan jenis KPR nonsubsidi yang memiliki keistimewaan dibandingkan produk pembiayaan perumahan milik BTN Syariah sebelumnya, yaitu menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah.

"Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan fitur baru produk KPR dari BTN Syariah yang selama ini menggunakan akad Murabahah (jual beli) dan Istishna’ (jual beli pesanan)," tuturnya.

Budi menilai potensi KPR Hits di Jawa Timur sangat besar karena jumlah penduduknya besar. Berdasarkan perhitungan BTN, potensi di 2019 di Jawa Timur sekitar 288 nasabah dengan jumlah penyaluran KPR sekitar lebih dari Rp143 miliar.

"Backlog atau selisih pasokan dan kebutuhan perumahan di Jawa Timur mencapai 894.359, artinya kebutuhan masyarakat akan rumah belum seluruhnya terfasilitasi. Maka dengan KPR Hits kami bisa menarik generasi milenial memiliki rumah idamannya sehingga jumlah backlog dapat berkurang," kata Budi.

Salah satu daya tariknya adalah jenis akadnya yang merupakan gabungan atau hybrid dari dua akad yaitu akad Musyarakah dan Ba'i yang artinya pembelian rumah atau apartemen yang menjadi agunan KPR merupakan aset bersama antara bank dengan nasabah dengan porsi kepemilikan yang telah disepakati pada saat awal akad.

Porsi kepemilikan nasabah akan bertambah seiring pembayaran angsuran sehingga pada saat pembiayaan lunas, porsi kepemilikan rumah atau apartemen akan beralih sepenuhnya ke nasabah. KPR Hits juga memberikan peluang pelunasan KPR tanpa biaya pinalti.

MEDCOM