Sabtu, 17 Agustus 2019 | 22:33:27 WIB

Survei: Prabowo-Sandi Tertinggal 18,2 Persen

Senin, 25 Maret 2019 | 16:14 WIB
  • Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasil Survei Charta Politica, Jokowi-Ma’ruf unggul 18.2 persen.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dengan elektabilitas 53,6 peresen dibandingkan dengan Prabowo-Sandi yang hanya mendapatkan 35,4 persen.

“Tingkat elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dibanding dengan Prabowo-Sandi,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 25 Maret 2019.

Yunarto menjelaskan, dari jumlah 2000 responden yang diambil saat ini masih terdapat 11 persen masyarakat yang belum menentukan pilihannya atau tidak menjawab terhadap capres-cawapres yang akan dia pilih. Meski demikian, Yunarto mengakui jika elektabilitas kedua calon stagnan dalam setahun terakhir.

Pada April 2018 elektabilitas Jokowi berada di angka 58,6 persen dan pada Maret 2019 menjadi 53,6 persen. Sedangkan, Prabowo pada April 2018 berada di angka 30,0 persen menjadi 35,4 di Maret 2019.

“Kalau dilihat dari hasil sebelumnya, trend elektabilitas kedua capres-cawapres mengalami peningkatan elektabilitas,” ujar Yunarto.

Berdasarkan ekstrapolasi Charta Politica, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tetap unggul. Prabowo-Sandi tertinggal 20 persen lebih.

“Ketika dilakukan ekstrapolasi, Jokowi-Ma’ruf menggasillan perolahan suara 60,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi 39,8 persen,” tutur Yunarto.

Survei Charta Politika Indonesia dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Survei yang menggunakan 2000 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of eror 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

MEDCOM