Selasa, 24 September 2019 | 03:58:23 WIB

Saat Prabowo Pesimistis, AHY Percaya Kekuatan TNI

Jum'at, 5 April 2019 | 04:24 WIB
  • Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma,) Pilpres 2019 partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di sela-sela Safari politiknya di Yogyakarta, Kamis, 4 April 2019. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

YOGYAKARTA, LINDO -  Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pilpres 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), angkat bicara mengenai penyataan Prabowo soal ketahanan Indonesia yang lemah. Ia menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai ujung tombak pertahanan negara tetap kuat dan disegani.

"Permasalahannya bukan soal percaya dan tidak percaya, tapi kita percaya TNI kuat, solid, besar, dan disegani siapa pun," kata AHY di sela-sela safari politiknya di Yogyakarta, Kamis, 4 April 2019.

Mantan perwira TNI Angkatan Darat ini pun percaya jika kapasitas pertahanan negara terus diperkuat, maka TNI makin andal menghadapi konflik di mana pun. Menurut AHY, ancaman pertahanan negara saat ini tak melulu terkait serangan langsung (invasi) asing ke wilayah Indonesia. Perang yang dihadapi saat ini adalah perang dunia maya.

"Abad 21 ancaman negara kita adalah nirmiliter. Misalnya cyber attack, isu transborder crime. Juga perdagangan narkoba, perdagangan manusia, pembajakan, penebangan hutan ilegal, terorisme, dan radikalisme," kata AHY.

Untuk itu, putra sulung mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mendorong pemerintah lebih mendukung TNI. Salah satunya dengan meningkatkan anggaran dan memodernisasi pertahanan negara.

"Didukung dengan anggaran makin baik, maka kesejahteraan TNI meningkat. Prestasi bisa tambah banyak dan makin dihormati," beber AHY.

AHY juga menyarankan alat utama sistem senjata (alutsista) makin dimodernisasi, baik di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Sehingga, TNI bisa lebih menjaga kedaulatan negara.

Pada debat keempat Pilpres 2019, Sabtu, 30 Maret 2019, Prabowo mengkritik Jokowi yang dianggap menerima masukan salah soal kondisi alutsista TNI. Dia menyebut prajurit kerap berupaya memberikan laporan yang menyenangkan atasan.

"Asal bapak senang, (ketika ditanya) aman, Pak!" kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu bertanya kepada Jokowi berapa kekuatan riil TNI hingga jumlah rudal milik pasukan militer. Jokowi menanggapi dingin.

"Kelihatannya Pak Prabowo enggak percaya TNI. Saya sipil, tapi percaya TNI," jawab Jokowi.

Jokowi melihat sendiri pembangunan kekuatan TNI di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya Natuna dan Biak.

Tanggapan Jokowi tak membuat Prabowo puas. Dengan pengalamannya di militer sejak usia 18 tahun, dia merasa tahu banyak seluk beluk TNI.

Eks Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pun membantah tak percaya TNI. "Saya lebih TNI daripada TNI," ucap dia.

MEDCOM