Senin, 21 Mei 2018 | 16:07:22 WIB

Gubernur DKI Ahok Geram dengan Pejabat Jakarta Timur yang Pandai Berkelit

Selasa, 9 Februari 2016 | 20:26 WIB
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana saat meninjau terowongan di kawasan Gembrong, Jakarta Timur, Minggu (7/2). Peninjuan dilakukan setelah pada Sabtu petang kemarin underpass ini muncul genangan yang mencapai ketinggian 10 centimeter. (ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Banjir yang terjadi di underpass Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu 7 Februari membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama geram. Sebab, pejabat setempat mengaku sudah melakukan berbagai persiapan.
 
Ahok mencoba menanyakan penyebab pompa mati kepada pejabat setempat. Namun, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengaku tidak tahu karena kamera pengintai (CCTV) yang dipasang rusak.
 
"Dia jawabnya digigit tikus kabelnya. Kalau digigit tikus kan enggak bisa lihat CCTV," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/2).
 
Ahok heran dengan pernyataan tersebut. Dia pun memilih ke lokasi pompa dan menanyakan langsung masalah tersebut. Dia pun mendapat laporan seperti berkilah. "Dia bilang pompa mati karena kabel yang terpasang itu terbalik," cerita Ahok.
 
Tak puas, Ahok menanyakan lagi kenapa pompa tersebut tidak diuji coba dahulu saat diservis. Lagi-lagi Ahok bilang pejabat itu menjawab pintar. "Dia bilang enggak bisa uji coba karena enggak ada genangan air," ucap dia.
 
Mendengar jawaban bawahannya, Ahok kembali menimpali pernyataan tersebut dengan menanyakan kejanggalan yang dia temukan. "Terus kalau enggak ada air, dari mana kamu tahu pompa itu rusak?," tanya Ahok.
 
Sekali lagi, Ahok mengaku mendapat jawaban yang tidak memuaskan. Dia mendapat laporan bahwa pompa rusak karena kabel yang putus lantaran ada warga yang bakar sampah di hulu kabel pompa. Akhirnya, Ahok mengaku hanya tertawa mendengar kilah anak buahnya tersebut.
 
Tanpa banyak bicara lagi, dia meminta pejabat setempat memperbaiki pompa tersebut. Jika pompa masih belum diperbaiki, Ahok akan mengeksekusi pejabat tersebut.
 
"Aku sudah sebal. Jadi mau pecat eselon II eselon III yang enggak benar kerjanya," kata Ahok.

Menanggapi kemarahan Ahok, Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, memberikan penjelasan mengenai penyebab tergenangnya underpass Pasar Gembrong tersebut.

Menurutnya, kelalaian teknisi Bina Marga DKI yang menyebabkan mesin pompa air di samping underpass Pasar Gembrong di Jatinegara tidak berfungsi sehingga genangan timbul di jalan usai hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Timur pada Sabtu sore.

Mesin pompa Pasar Gembrong merupakan salah satu mesin yang dilaporkan Kepala Dinas Tata Air DKI rusak pada rapat pimpinan beberapa waktu lalu di Balai Kota DKI. Dinas Bina Marga selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI yang bertanggung jawab atas pengoperasian pompa kemudian mengirimkan teknisi untuk melakukan perbaikan pada Senin, 1 Februari 2016.

Bambang mengatakan, setelah perbaikan usai pada Jumat, (5/2), teknisi tidak melakukan uji coba pengoperasian pompa. Ketika hujan deras mengguyur keesokan harinya, mesin pompa yang jumlahnya masing-masing tiga unit di kiri dan kanan underpass sama sekali tidak bekerja.

"Jadi kesalahannya, mesin tidak dicoba (setelah diperbaiki). Saya kira kalau sempat dicoba, tidak akan ada masalah," ujar Bambang di underpass Pasar Gembrong, Minggu 7 Februari 2016.

Mesin yang tidak beroperasi menyebabkan air menggenang setinggi 30 hingga 50 sentimeter pada Sabtu malam, 6 Februari 2016, antara pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Hal itu mematahkan klaim Gubernur Ahok yang menyampaikan kepada media bahwa tidak akan ada titik genangan di Jakarta pada musim penghujan tahun ini.

Bambang mengatakan setelah diperiksa oleh petugas penjaga pompa pada Sabtu malam, teknisi  tidak memasang sambungan kabel pompa dengan benar. Akibatnya, listrik tidak mengaliri pompa yang seharusnya segera menyedot genangan. "Kabelnya tidak pas ditaruhnya," ujar Bambang.

Bambang berjanji Pemerintah Kota Jakarta Timur akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap mesin-mesin pompa. "Yang penting sekarang mesinnya sudah hidup. Insya Allah bisa mengatasi (jika genangan kembali terjadi). Kalau masih ada trouble ya akan saya laporkan kepada Pak Gubernur, dan saya tindak lanjuti," ujar Bambang.

Sebelumnya, Ahok segera meluncur ke lokasi bekas genangan usai menghadiri acara di Balai Kota. Ahok memastikan pompa tidak bekerja bukan karena kabel digigit tikus. Ahok menerima laporan awal kabel pompa digigit tikus yang pada akhirnya membuat pompa tidak bekerja menyedot genangan.

Di lokasi, Ahok menerima laporan kualitas pekerjaan perbaikan pompa yang dilakukan Dinas Bina Marga tidak baik. Teknisi Dinas Bina Marga tidak memasang kabel pompa dengan benar.

Ahok curiga sabotase dilakukan terkait banyaknya pernyataannya di media yang mengklaim Jakarta tidak akan digenangi banjir pada musim penghujan tahun ini karena semua mesin pompa telah disiapkan untuk beroperasi dengan baik.

"Tikus apa yang bisa gigit kabel begitu besar? Yang pasti teknisi kerjanya enggak bener," ujar Ahok. (MTV)

EDITOR: ALDY M