Minggu, 18 Agustus 2019 | 18:55:19 WIB

Bila Srikandi KN Tanjung Datu 301 Membelah Lautan

Senin, 13 Mei 2019 | 09:08 WIB

Bekerja meniti karir sebagai seorang Anak Buah Kapal (ABK) di Indonesia Coast Guard tidaklah mudah bagi seorang perempuan yang biasanya syarat dengan   lelaki. Tetapi inilah yang terjadi di KN Tanjung Datu 301, terdapat delapan perempuan tangguh yang berani mengarungi Samudera dengan menggunakan  kapal Indonesia Coast Guard, di Lautan  Andaman, Minggu (12/5/2019).

 

KN Tanjung Datu 301 yang saat ini sedang berlayar dan akan mencatatkan sejarah Bakamla sebagai muhibah pertama bagi Indonesia Coast Guard menuju Port Blair India di awaki delapan perempuan tangguh.

 

Delapan perempuan tersebut memiliki tugas dan peran yang tidaklah kalah penting dengan kaum Adam, seperti Letda Bakamla Sarimah sebagai Perwira Logistik, Serka Bakamla Lina Warlina sebagai Bakes, Serda Bakamla Umi Mushilihah sebagai juru plotter, Serda Bakamla Neneng Siti Aisyah sebagai Juru Telegrafis II, Serda Bakamla Andi Lidya Miftha Andhiny sebagai Juru Radio Komunikasi dan Srikandi lainnya yang tidak kalah penting tugasnya.

 

 “Bagi saya, selama bekerja di atas kapal bukanlah tentang posisinya. Tapi, bagaimana menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. Selanjutnya, mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat selama pendidikan Latsarmil di Markas Yonif 10 Mar/Satria Bhumi Yudha Batam di atas kapal,” terang Serda Miftha.

 

Komadan Kapal KN Tanjung Datu 301 Kolonel Bakamla Capt. Nyoto Saptono, S.H.,M.Si (Han) M.Mar.,mengatakan bahwa, "saya sangat menghargai ABK yang berkompeten. Tidak memandang perempuan atau laki-laki. Jika dia mampu maka promosi ataupun reward adalah suatu penghargaan bagi mereka," ungkap Capt. Nyoto.