Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:20:02 WIB

Suprajarto Ogah Jadi Dirut Bank BTN

Kamis, 29 Agustus 2019 | 21:54 WIB
  • Mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Suprajarto. (FOTO: BRI/MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Suprajarto menolak hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Dalam RUPSLB BTN, Suprajarto ditunjuk menjadi Direktur Utama menggantikan posisi Maryono.
 
"Atas penetapan RUPSLB (BTN), saya tidak dapat menerima keputusan itu. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri hasil keputusan RUPSLB BTN," tegas Suprajarto dalam konferensi pers di Tesate, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam, 29 Agustus 2019.
 
Suprajarto mengetahui penunjukkan dirinya sebagai Direktur Utama BTN dari media. Ia tidak pernah diajak berbicara dan berdiskusi sebelumnya dalam penetapan dirinya sebagai Direktur Utama BTN.

"Saya ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara di mana saya tidak pernah diajak bicara mengenai penetapan ini sebelumnya, apalagi diajak musyawarah," ketus dia.
 
Dalam RUPSLB BTN sebelumnya, pemegang saham menyetujui perubahan direksi. Dalam perubahan direksi itu, Maryono lengser dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Posisinya digantikan Suprajarto yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama BRI.
 
"Susunan pengurus bank sesuai hasil RUPSLB ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perseroan dalam memenuhi target bisnis sekaligus menjawab tantangan masa depan. Kami optimis menjadikan soliditas pengurus bank sebagai modal dan semangat untuk menjadikan kinerja bisnis BTN menjadi lebih baik," kata Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul.
 
Menurut Chaerul, BTN akan mempunyai peluang untuk tumbuh lebih baik. Perseroan telah menyesuaikan sejumlah target bisnis dengan dinamika perekonomian yang terjadi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
 
"Kami akan tetap memainkan peran sebagai pemain utama yang mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat. Ke depan kita akan bekerja keras untuk dapat berperan lebih besar guna mendukung Program Sejuta Rumah yang menjadi program pemerintah," tambah Chaerul.

MEDCOM