Rabu, 16 Oktober 2019 | 04:51:26 WIB

Kemnaker Gelar Acara "Kemnaker Menyapa" Di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Kamis, 12 September 2019 | 12:36 WIB
  • (FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan perguruan tinggi agar membuat kurikulum dengan metode bermuatan adaptif yang menyiapkan mahasiswa responsif dan survive sehingga siap menghadapi tantangan di luar dan menjadi pemenang di era kompetisi revolusi industri 4.0 .

"Generasi muda, khususnya mahasiwa – mahasiswi harus memiliki jiwa petarung, sikap optimistis, berpikir positif dan bekerja keras dalam menghadapi persaingan di masa mendatang," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan SDM Kemnaker Aris Wahyudi dalam kegiatan "Kemnaker Menyapa" di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (10/9).

Saat ini lanjutnya, di era revolusi industri semuanya sudah digitalisasi dan digital disruption. Keadaan yang awalnya agak mengacaukan dan mengagetkan semua masyarakat, karena mengakibatkan adanya jabatan/ pekerjaan hilang. 

"Tapi jangan terlalu khawatir nanti akan ada jenis-jenis pekerjaan baru, yang penting terus meningkatkan segala kemampuannya agar tidak tergilas perkembangan teknologi dan informasi," katanya.

Data BPS Februari 2019, angkatan kerja Indonesia saat ini berjumlah 136 juta orang dengan jumlah penganggur 6,82 juta orang (5,01 persen).

Menurut Aris, untuk mempercepat penurunan angka pengangguran di daerah-daerah, Kemnaker memperbanyak bursa kerja (job fair) dengan melibatkan partisipasi Pemerintah Daerah (Pemda), swasta, lembaga pendidikan dan stakeholder lainnya.

"Bahkan dalam kesempatan ini juga diadakan job fair di bursa kerja khusus, hasil kerja sama Kemnaker, Disnakertrans DIY dan bursa kerja khusus IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Semoga kegiatan ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pencari kerja maupun pemberi kerja di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya," ujarnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kemnaker, Soes Hindharno mengatakan, "Kemnaker Menyapa" digelar untuk meningkatkan sosialisasi dan pelayanan informasi kegiatan, program kerja, kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan kepada civitas akademika dengan tujuan untuk mewujudkan kesadaran mahasiswa akan arti pentingnya pemahaman bidang ketenagakerjaan. 

"Diharapkan kegiatan Kemnaker Menyapa ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman civitas akademika dan kebijakan pemerintah khususnya di bidang ketenagakerjaan" harap Soes Hindharno.

Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi berharap, civitas akademika IAIN Sunan Kalijaga memanfaatkan  program sosialisasi dan informasi Kemnaker secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan masa depan yang gemilang.

"Mudah-mudahan setelah ini banyak yg dapat informasi ketenagakerjaan yang bisa dimanfaaatkan secara optimal dan banyak yg dapat pekerjaaan di masa datang. Ini berkah namanya silaturrahmi," ucap Yudian.

Kegiatan sosialisasi ketenagakerjaan dengan lembaga non pemerintah ini, dihadiri Staf Ahli Hubungan Kerja Sama Internasional, Suhartono, Pengantar Kerja Utama Heri Sudarmanto, Direktur Persyaratan Kerja, Siti Junaedah, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Sukiyo dan 400 peserta yang berasal dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (ARMAN R)