Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:20:47 WIB

Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI Gelar Seminar “Indonesia Menuju B-50 Kelapa Sawit”

Sabtu, 14 September 2019 | 17:18 WIB
  • (FOTO : KOSGORO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menyikapi wacana program Pemerintah Biodiesel 50% yang akan diimplementasi oleh pemerintah, Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 DKI Jakarta menggelar seminar mengenai rencana Pemerintah untuk mengimplementasi program B-50 Kelapa Sawit, yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/9).

Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro DKI, Syafi Djohan mengatakan, saat ini, hampir semua negara memiliki ketergantungan kepada minyak fossil fuel yang diketahui sebagai non-renewable dan juga merugikan kepada lingkungan.

“Ini adalah momen yang tepat untuk Indonesia menjadi negara yang Energy Independent melalui Sawit. Kita harus mengurangi ketergantungan kita terhadap Impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Saya tidak melihat kenapa kita tidak bisa menjadi Energy Exportir dan bukan Energy Importir, karena kita telah dikaruniai dengan produk yang renewable dan sangat efisien, yaitu Sawit,” terang Syafi Djohan.

Menurut data pemerintah lanjutnya, ada sekitar 20 juta manusia yang hidupnya bergantung kepada industri sawit. “Kami melihat adanya tantangan dari negara-negara barat yang diskriminatif menyikapi produk unggulan Indonesia,” ungkap Syafi.

Syafi berharap, pemerintah bisa melindungi industri andalan kita dan juga mengambil langkah-langkah konkret untuk terus memajukan industri ini.

Dengan menerapkan program B-50 kata Syafi, Indonesia bisa menghemat 15 Milyar USD. Maka akan berdampak sangat signifikan terhadap Current Account Deficit (CAD) Indonesia yang saat ini berada di posisi $25 Milyar USD.

“Jangan sampai Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, tetapi kuman di seberang lautan terlihat.  Yang juga berarti, kita jangan hanya mencari investasi dari luar, tapi juga dari dalam negeri dan Indonesia harus investasi kepada masa depan sawit,” ujarnya

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 bapak Agung Laksono, Ketua PDK Kosgoro 1957 Bapak Haji Slamet Riyadi, Ketua Harian APROBI Bapak Paulus Tjakrawan, Direktur Eksekutif GAPKI Bapak Mukti Sardjono dan Rektor IBI Kosgoro 1957 Bapak Haswan Yunaz.  (ARMAN R)