Jumat, 20 Juli 2018 | 04:30:28 WIB

Bunuh Istri Bersama Teman, Bripka Triyono Sempat Ngarang Cerita

Kamis, 31 Maret 2016 | 09:02 WIB
  • Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono, saat melayat jenazah (Alm) Ratnita Handriani sebelum pemakaman di TPU Komplek Timah, Depok, Senin (28/3). (FOTO: IST/LINDO)

DEPOK, LINDO - Anggota Pengaman Objek Vital Polresta Depok, Bripka Triyono membunuh istrinya Ratnita Handriani (37) di rumah mereka di Jalan Perjuangan, RT 02 RW 8, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. Sebelum aksinya ketahuan, pelaku sempat menutupi-nutupi aksinya.

Hal ini diungkapkan Waras (57) Ketua RT 02 RW 08. Waras termasuk salah satu saksi yang pertama kali menemukan Ratnita terbujur kaku.

Saat itu, Minggu (27/3) Waras ketika berada di rumah dipanggil Bripka Triyono melalui pembantu pelaku sekitar pukul 19.30. Waras diminta membangunkan istrinya.

"Saya dipanggil lewat pembantunya. Katanya Pak RT ada amanat dari Pak Tri untuk bangunin istrinya yang lagi tidur, enggak bangun dari pagi," kata Waras, di depan rumah korban, Selasa (29/3).

Waras kemudian mendatangi rumah Triyono. Sampai rumah, korban sudah tergeletak di kamar tidur. Ketika itu, Waras sudah menaruh curiga. Sebab, Triyono juga memintanya untuk mengelap darah dari hidung korban.

"Kejanggalannya di hidung ada memar. Terus saya diminta untuk lap darah, katanya di lap aja Pak RT, tapi saya enggak mau. Kejanggalan lain kan itu istrinya tapi suruh orang lain yang bangunin," ujar Waras.

Waras kemudian memanggil salah satu dokter umum untuk memastikan kondisi korban. Ternyata dokter mengatakan korban sudah tiada. Bripka Triyono sempat melempar cerita mengenai kondisi memar di wajah korban.

"Dia bilang mungkin sempat jatuh di kamar mandi kali," ujar Waras. (Baca: Polisi Depok yang Bunuh Istrinya Dilatarbelakangi Permasalahan Rumah Tangga)

Kemudian salah satu wakil RT, kata Waras, menyarankan apa perlu melaporkan kejadian ini ke polisi mengingat ada temuan kejanggalan di wajah korban yang memar.

"Waktu itu ditanya wakil saya, gimana Pak apa lapor polisi, kata Pak Tri enggak usah, nanti ramai. Tapi setelah pihak keluarga korban datang dia enggak bisa menolak. Yang melihat kejanggalan Pak Le korban yang dari Bekasi. Akhirnya diotopsi di RS ketahuan," ujar Waras.

Sebelumnya, pembunuhan dilakukan Bripka Triyono bersama bersama rekannya Rahmat alias Mamat alias Madun pada Minggu (27/3). Triyono sempat memukul istrinya, lalu menyuruh Mamat membekap perempuan itu memakai bantal hingga tewas.

Motif pembunuhan karena Bripka Triyono mengaku kesal kerap dimarahi istrinya itu. Ia menganggap istrinya terlalu cerewet dan sering marah-marah. Bripka Triyono diketahui memiliki dua anak yakni N (7) dan F (5).

Kedua anaknya telah dibawa ke pihak keluarga lainnya yang berada di Depok pula. Sementara Bripka Triyono diamankan pihak Polresta Depok. (KMP)

EDITOR: AHMAD DAILANGI