Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:17:11 WIB

Pasukan Garuda-Indonesia Peringati Isra Miraj di Afrika

Selasa, 10 Mei 2016 | 20:17 WIB
  • (FOTO: Penerangan Konga XXXVII-B/Minusca/LINDO)

AFRIKA TENGAH, LINDO - Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingan Garuda (Konga) XXXVII-B/Minusca (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) atau Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI yang beragama Islam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah di Masjid Al-Hijrah Camp Garuda, Mpoko Bangui, Afrika Selatan, Senin (9/5) malam.

Rangkaian acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah diawali dengan Shalat Maghrib berjamaah, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, sambutan Wadan Satgas dan Ceramah Rohani Islam serta diakhiri dengan Shalat Isya berjamaah.

Wakil Komandan (Wadan) Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca, Mayor Czi Eko Cahyo Setiawan, S.E dalam sambutannya menyampaikan bahwa, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan agar seluruh umat Islam mengingat kembali mengenai penerimaan wahyu yaitu sholat oleh Nabi Muhammad SAW.

“Dengan memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diharapkan seluruh personel Satgas Kizi TNI semakin mempertebal Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” harap Mayor Czi Eko Cahyo Setiawan.

“Walaupun dilaksanakan dengan sederhana, namun tidak mengurangi hikmah serta makna yang terkandung dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tersebut,” pungkas Wadan Satgas Kizi TNI.

Wadan Satgas Kizi TNI juga tidak lupa mengingatkan kepada seluruh pasukan Garuda yang tengah melaksanakan tugas misi perdamaian PBB, melalui moment peringatan kali ini, untuk tetap semangat, menjaga kesehatan serta terus meningkatkan karya dan kinerjanya, sebagai duta bangsa Indonesia di Negara Afrika Tengah.

Sementara itu, salah satu anggota Satgas Kizi TNI dalam ceramahnya menyampaikan antara lain, dalam peringatan Isra Miraj ini bahwa kekuasaan Allah SWT tak terbatas, sehingga mampu memperjalankan hambanya menuju Sidratul Muntaha untuk mendapatkan perintah Shalat yang akan dapat mencegah perbuatan manusia dari kekejian dan kemungkaran. (Penerangan Konga XXXVII-B/Minusca)

EDITOR: AHMAD DAILANGI