Kamis, 24 Mei 2018 | 22:51:47 WIB

Capai 10 Juta Kesempatan Kerja Pada 2019, Kemnaker Luncurkan Aplikasi Online Informasi Pendataan Kesempatan Kerja

Selasa, 10 Mei 2016 | 22:10 WIB
  • Suasana peluncuran Sistem Informasi 10 Juta Kesempatan Kerja oleh Kemnaker. (FOTO : SESKAB.GO.ID/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Untuk mencapai 10 juta kesempatan kerja di tahun 2019, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi meluncurkan aplikasi online informasi pendataan kesempatan kerja yang dinamakan Sistem Informasi 10 Juta Kesempatan Kerja.

“Melalui sistem berbasis online kesempatan kerja di Indonesia setiap tahunnya,” terang Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Kemnaker, Hery Sudarmanto, pada acara peluncuran Sistem Informasi 10 Juta Kesempatan Kerja, di Jakarta, Selasa (10/5).

Sistem Informasi 10 Juta Kesempatan Kerja ini lanjutnya, melibatkan 34 Kementerian, 34 Lembaga pemeritnah Non Kementerian (LPNK), 121 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 15 pengelola kawasan industri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Japan International Cooperation Agency (JICA), International Labour Organization (ILO) dan jajaran internal Kemnaker, untuk berkordinasi dengan seluruh pihak agar dapat bersama-sama mendata kesempatan kerja yang tersedia saat ini.

Pihaknya kata Hery, terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar dapat bersama-sama mendata kesempatan kerja yang tersedia saat ini, sehingga 10 juta Kesempatan kerja di tahun 2019 nanti dapat tercapai dan semua data penciptaan lapangan kerja dapat termonitor, terukur dan tercatat dengan baik.

Hadir sebagai pembicara dalam acara itu adalah Deputi III Kantor Staf Presiden RI Denni Puspa Purbasari dan Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia Sonny Harry Budiutomo.

Menurutnya, komitmen bersama untuk berkontribusi dalam penyediaan data penciptaan 10 juta lapangan pekerjaan sebagai satu program prioritas nasional dan berkelanjutan. "Pemerintah akan mampu menyusun program, dan kegiatan untuk bidang pendidikan dan pelatihan kerja, sehingga ke depan sektor-sektor pemerintah yang banyak menciptakan kesempatan kerja, pada profesi bidang tertentu akan dapat dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.  Maka, tidak lagi terjadi ketidakcocokan antara keluaran pendidikan dan keterampilan dengan pasar kerja," jelas Hery.

Informasi pendataan kesempatan kerja yang dimaksud tambahnya, nantinya akan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu melalui berbasis online secara self assessment dan terintegrasi dengan semua pihak yang berkontribuasi dealam mendata setiap kesempatan kerja di Indonesia setiap tahunnya.

“Informasi pendataan kesempatan kerja ini akan diperkenalkan melalui aplikasi yang dianamakan sistem informasi 10 juta kesempatan kerja. Ke depan, informasi kerja ini diketahui masyarakat dan dapat diakses dengan mudah,” terangnya.

Dengan adanya pendataan kesempatan kerja yang komprehensif tambah Hery, akan bermanfaat sebagai referensi dalam menyusun kebijakan pemerintah dan perencanaan investasi swasta dan masyarakat.

Menurutnya, dari system tersebut, pemerintah akan mampu menyusun program dan kegiatan untuk bidang pendidikan dan pelatihan kerja, sehingga ke depan sektor-sektor pemerintah yang banyak menciptakan kesempatan kerja pada profesi bidang tertentu, akan dapat dipersiapkan SDM.

Manfaat lain yang dirasakan masyarakat kata Hery, yakni pemahaman anggaran yang dibelanjakan pemerintah (APBN) selama ini digunakan untuk menciptakan kesempatan kerja. “Dengan begitu akan timbul rasa optimis masyarakat untuk mencari pekerjaan yang layak dan benar-benar ada,“ ujarnya.

ARMAN R