Minggu, 22 Juli 2018 | 17:44:08 WIB

Tegakkan Hukum Laut, Koarmabar Tangkap Kapal Ikan Cina Gui Bei Yu 27088

Minggu, 29 Mei 2016 | 01:20 WIB
  • Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq R ketika memberikan penjelasan penangkapan Kapal Cina Gui Bei Yu dengan nomor 27088 oleh Koarmabar. (FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) pada Jumat malam 27 Mei 2016 telah menangkap kapal berbendera Cina Gui Bei Yu dengan nomor 27088 di Laut Natuna yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.

“Kapal tersebut diperiksa saat memasuki wilayah Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) dan dugaan sementera kapal tersebut melakukan kegiatan illegel fishing. Proses penangkapan tersebut semata-mata untuk memberikan pengetahuan kepada dunia bahwa Koarmabar secara tegas menindak kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia,” kata Panglima Koarmabar (Pangarmabar) Laksda TNI A. Taufiq R dalam jumpa persnya di Mako Koarmabar, Jakarta Pusat, Sabtu malam (29/5).

Hal ini lanjutnya, untuk menterjemahkan perintah dari Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), salah satunya Koarmabar dimintakan kehadiran di laut China Selatan dan sampai batas terluar.

Dalam penangkapan kapal Cina itu, awalnya bermula dari KRI Owa-354 melaksanakan patroli sebagai tindak lanjut dari rapat komando Armabar dua pekan lalu.

Setelah dilakukan patroli, terdeteksi kapal China yang diduga melakukan illegal fishing (pencurian ikan).  "Kemudian kita tangkap, pada saat ditangkap, kita bawa ke Natuna rusak mesinnya kemudian kita tarik pakai tali," ungkap Pangarmabar.

Di saat itu tambahnya, datang kapal China Coast Guard 3303. Kemungkinan, kehadiran kapal China ini karena ada laporan komunikasi dari kapal nelayan yang ditangkap itu. China lantas mempertanyakan kenapa kapal warganya itu ditarik oleh Indonesia.

"Kita bilang ini sedang penegakan hukum, ini wilayah eksklusif Indoneisa, silakan penegakan hukum.  Terus dia kembali," ujarnya.  Di dalam kapal nelayan China itu, terdapat delapan Anak Buah Kapal (ABK) dan semuanya berkewarganegaraan China.

Pemeriksaan kata Pangarmabar, dilakukan Tim VBSS KRI Oswald Siahaan-354 mulai dari kelengkapan dokumen kapal dan muatan ikan hasil tangkapan.

“Dari hasil proses pemeriksaan sementara, kapal ikan tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Berdasarkan temuan tersebut kapal dan semua ABK dan muatan ditarik menuju Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Natuna, guna proses pemeriksaan hukum yang berlaku.

Turut mendampingi Pangarmabar pada jumpa pers tersebut Komandan Gugus Tempur Laut  Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksma TNI T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S.

ARMAN R