Senin, 16 Juli 2018 | 05:42:27 WIB

Pembunuh Wanita di Cakung Ditangkap di Rumah Istri Kedua di Indramayu

Selasa, 14 Juni 2016 | 04:24 WIB
  • Mayat perempuan dengan kaki terikat ditemukan di got saluran air di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. (FOTO: IST/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Kasus pembunuhan wanita di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, terungkap, Senin (13/6). Pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu.

Djaelani (34), ditangkap tim Resmob Polres Jakarta Timur pimpinan Kanit Reskrim, AKBP Sapta Marpaung, pada Minggu (12/6) sekira pukul 19:00. Ia dibekuk di rumah istri keduanya di Losarang, Indramayu, Jawa Barat. Barang bukti yang diamankan adalah HP Samsung putih dan BlackBerry milik korban .

Djaelani membunuh Suminih (sebelumnya disebut Pika) pada 11 Juni 2016. Perempuan 34 tahun itu ditemukan tak bernyawa dengan luka di leher di samping Perum Mutiara Sanggraha Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Dalam pemeriksaan diketahui tersangka menghabisi korban karena jengkel wanita itu terus mempermasalahkan utang yang belum dilunasinya. Padahal, saat itu Djaelani masih kerepotan masalah ekonomi.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 jo 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan. Ia terancam hukuman mati atau seumur hidup atau kurungan 20 tahun penjara.

Wanita yang ditemukan tewas di got samping Perumahan Mutiara Sanggraha RT 009/06 Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, merupakan penjaga warung kebab.

Seperti diketahui Suminih, (34) ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi mengambang di saluran air. Wanita yang kala itu mengenakan jaket kulit hitam, celana jins dan tengtop merah, di dagunya terlihat luka robek.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban tinggal di Kampung Kedaung, Bandung, Jawa Barat. Korban sendiri diketahui telah memiliki suami dan seorang buah hati laki-laki, yang baru berusia beberapa bulan.

Di facebook korban sendiri, banyak sekali kata-kata cacian yang dituliskan dalam status jejaring sosialnya. Belum diketahui kata-kata kasar yang dituliskan korban ditujukan untuk siapa. Pasalnya, status yang baru diperbaharuinya pada 1 Mei 2016 lalu bertuliskan “tukang bohong itu klo udah sekali bohong, pasti bakal bohong terus dan terus menerus”, tulisnya dalam akun facebook.

Di akun jejaring sosial itu juga, diketahui kalau korban merupakan pegawai dari toko Seblak. Namun, facebook yang digunakan korban tampak tidak terlalu aktif, pasalnya beberapa pembaharuan status baru dilakukannya berselang satu bulan.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita ditemukan tewas dalam sebuah parit di samping perumahan mutiara sang graha RT 009/06 Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (11/6). Diduga korban merupakan korban pembunuhan karena saat ditemukan dalam keadaan kaki terikat.

Jasad korban ditemukan oleh Abdul Somad, 56, petugas Suku Dinas Pertamanan, yang saat itu tengah memotong rumput. “Mukanya sudah bengkak, lidahnya juga menjulur keluar,” kata Abdul. (PK/ALDY)

EDITOR: AHMAD DAILANGI