Minggu, 20 Mei 2018 | 16:53:04 WIB

Kencan Berujung Maut, Karyawati Bank Kencan dengan Pengusaha Sarang Burung Walet

Sabtu, 16 Juli 2016 | 00:49 WIB
  • Tersangka pembunuh Farah Nikmah Ridallah (23), Calvin Soepargo menunjukan lokasi pembuangan sejumlah barang bukti di sungai. (Insert-Farah Nikmah Ridallah semasa hidup) . (FOTO: KMP/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kurang dari 24 jam, pembunuh pegawai Bank Bukopin, Farah Nikmah Ridallah (23) ditangkap. Calvin Soepargo tak berkutik saat polisi membekuknya di Apartemen Aston Marina Tower B lantai 27.

Setelah berkencan pada Sabtu 9 Juli, Calvin memberi Farah uang Rp 4 juta. Pria berusia 52 tahun ketagihan sehingga minta tambah. Namun pengusaha sarang burung walet itu kesal diejek sebagai lelaki lemah syahwat.

Jasad Farah Nikmah ditemukan mengenaskan dan tersimpan di dalam boks di kolong Tol Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara pada Selasa (13/7) magrib. Kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk.

"Pelaku mengajak berhubungan lagi, namun korban menolak dengan alasan bahwa pelaku kurang memuaskan korban dan korban sudah dicari orangtua," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (13/7).

Karena merasa terhina dengan perkataan korban, Calvin naik pitam. Menurut Daniel, pelaku langsung memukul kepala korban hingga terjatuh, lantas mencekik lehernya hingga tewas.

"Setelah dibungkus rapi, pelaku membawa box berisi mayat korban tersebut menggunakan troli dan turun ke basement menggunakan mobil Suzuki Ertiga dan membuangnya di kolong tol," ujar Bolly.

Diakuinya bahwa pelaku mengenal korban melalui seorang teman, pada 8 Juli 2016 lalu. Selang beberapa jam setelah kenal, pelaku langsung mengajak korban berkencan di apartemennya.

Pria berusia 52 tahun yang sudah memiliki dua anak itu spontan membunuh Farah karena terlampau kecewa disebut ejakulasi dini oleh Farah.

Padahal Calvin baru saja mengenal Farah, seorang karyawati bank Bukopin, yang dikenalkan temannya di salah satu tempat hiburan malam. Lalu keduanya sepakat untuk berhubungan badan di apartemen pribadi milik Calvin pada Jumat malam pekan lalu.

Hingga pada Sabtu siang usai makan siang berdua, Calvin mengajak kembali berhubungan badan, namun ditolak oleh Farah sehingga memicu amarah terpendam karena alasan cepat keluar sperma itulah yang membuat Calvin sakit hati.

Alhasil, saat sedang menonton tv, dipukullah Farah dari belakang hingga tersungkur sebanyak tiga kali dan tak lama Farah pun tewas.

Ada yang menarik usai pembunuhan terjadi. Calvin setelah sempat panik, tak lama ia sempat pasrah pada akhirnya ia akan ditangkap juga.

Diobrak-abrik tas Farah lalu ditemukan ada uang Rp 25 ribu berbungkus kertas bertuliskan Arab yang dikiranya jimat.

Ternyata di dalam kertas itu terdapat identitas nama “Mayang Farah”.

“Saya liat ada tulisan Arab, saya masukkan ke dalam box plastik. Tapi gak liat ada tulisan namanya, saya kira itu tulisan seperti jimat,” ujar Calvin.

Setelah jasad Farah yang sudah berlumur darah dan hancur dimasukan ke dalam boks, Calvin sudah menyadari sepanjang jalan menuju tol Pantai Indah Kapuk bahwa dirinya akan berakhir ditangan polisi.

Ia sengaja membuang mayat Farah seolah dengan terbersit memberikan petunjuk bahwa Calvinlah yang membunuhnya.

Calvin juga membuang tas milik Farah ke kali Ancol tak jauh dari apartemennya di Mediterania Marina Tower B.

Kapolsek Penjaringan Kompol Bismo Teguh Prakoso mengatakan polisi kesulitan mencari tiga barang bukti yang dihilangkan oleh Calvin Soepargo (52), pembunuh perempuan bernama Farah Nikmah Ridhallah (52). Polisi saat ini menyisir Kali Gunung Sahari.

Barang bukti berupa kayu pemukul korban, tas korban berisi Handphone yang di isi batu serta kantung plastik berisi pakaian korban berlumuran darah.

"Pencarian saat ini dihentikan sementara, saat ini kita berada di lokasi pelaku melempar tas yang berisi KTP korban serta baju korban. Sampai saat ini belum ada yang ditemukan," kata Bismo kepada awak media di lokasi pembuangan alat bukti, Rabu (13/7).

Dari rekaman CCTV apartemen yang didapat, usai membunuh Farah, Calvin memasukkannya ke sebuah boks hitam besar dan diikat tali. CCTV itu menunjukkan, Calvin yang mengenakan baju hitam dibalut jaket membawa boks dengan troli.

Aksi Calvin terekam pada Minggu (10/7) lalu, sekitar pukul 19.38 WIB. Troli itu sebelumnya dia bawa dari lantai dua kemudian di bawa ke lantai 27 atau ke unit apartemen miliknya.

Polisi yang melakukan pengejaran menangkap Calvin dini hari kemarin. Saat itu pelaku sedang berada di dalam apartemennya tidak dapat mengelak saat anggota kepolisian datang menjemput.

"Pelaku sudah tidak dapat mengelak lagi saat anggota kami datang menjemputnya, ada barang bukti berupa rekaman CCTV dan pengakuan satpam," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman di Polsek Penjaringan, Rabu (13/7). (MRD)

EDITOR: ALDY M