Minggu, 18 Februari 2018 | 09:47:26 WIB

Pesawat Milik TNI-AL Tergelincir di Bandara Lanud Leo Watimena, Seluruh Penumpang Selamat

Minggu, 27 November 2016 | 13:39 WIB
  • Pesawat Cassa milik TNI-AL yang gagal pendaratan ini terjadi di Ran Way Lanud Leo Watimena, Kabupaten Pulau Murotai yang kini belum diketahui penyebab tergelincirnya pesawat tersebut. (FOTO: FAISAL/LINDO)

  • Pesawat hampir sampai Morotai tapi gagal landing di landasan pacu Bandara Lanud Leo Watimena Kabupaten Pulau Morotai. (FOTO: FAISAL/LINDO)

PULAU MOROTAI, LINDO - Pesawat terbang jenis Cassa U-623 milik TNI Angkatan Laut gagal mendarat dengan sempurna di landasan pacu Bandara Lanud Leo Watimena, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (27/11) pagi.

Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AL, Kolonel Gig JM Sipasulta mengatakan, penyebab kecelakaan hingga saat ini masih diselidiki.

"Pesawat dari Manado menuju Morotai dengan membawa rombongan tim Kolat dalam rangka pelaksanaan uji trampil latihan P1 (Pangkalan 1) dan P2 (Pangkalan 2)," kata Gig lewat pesan singkat yang diterima, Minggu (27/11).

Menurutnya, seluruh penumpang selamat dan saat ini dalam proses penanganan tim kesehatan Lanud dan Lanal Morotai.

Dari informasi yang dihimpun, pesawat dengan pilot Lettu Laut Wibisar itu membawa lima orang kru.

Pesawat tersebut rusak bagian sayap sebelah kanan sebelum stall saat akan landing, kemudian berusaha akan naik kembali, namun gagal hingga akhirnya terhempas keluar landasan.

Kecelakaan pesawat itu berada di Run Way Bandara Fitu, Lanud Leo Watimena Pulau Morotai, Maluku Utara, pada pukul 09.46 Wit karena kehilangan daya angkat (STAL) saat akan mendarat (Landing).

Kronologis, ketika pesawat tersebut lepas landas (take off) dari Manado tujuan Morotai, sekitar pukul 09.45 Wit. Dan saat akan landing di landasan pacu bandara Lanud Leo Watimena Morotai, pesawat tersebut miring ke kiri dan kehilangan daya angkat (STALL) sehingga sayap kiri pesawat menabrak landasan. Akibatnya, mendarat merayap.

Pilot Pesawat Cassa U-623 TNI AL 2, Lettu Laut (P) M. Kharis A. P/NRP 19674/P 3 yang mengangkut 5 orang crew 9 orang Tim Kolat dipimpin Mayor Laut, Nurdin ke Morotai ini dalam rangka pelaksanaan Uji Trampil, latihan menembak P1& P2.

Sebagai akibar dari kecelakaan itu, 6 orang dievakuasi ke Rumah Sakit Lanud LWM dan 2 orang dibawa ke RSUD Morotai.

Berikut nama Tim Kolat sebanyak 9 orang, diantaranya :
1. Mayor Laut (P) Nurdin
2. Kapten Laut (P) Sugeng Trisnanto
3. Kapten Laut (E) Sukarman 4. Peltu Imam Malik
5. Pelda Santoso
6.. Serma Abd. Aziz
7. Seka Sigit S
8. Serka Satu
9. Sertu Udin Syamsudin

Kemudian 5 orang Crew pesawat, yaitu :
1. Lettu Laut (P) M. Kharis A. P.
2. Lettu Laut (P) Ronal Wibisar 3. Sertu Mpu. Muhtar
4. Sertu Lpu. Sony Arisandi
5. Kopda Mpu. Jamari

Data korban yang dihimpun :
1. Mayor Laut (P) Nurdin : Pendarahan arteri dikepala, tertanam benda asing dileher. (RSUD Morotai)
2. Kapten Laut (P) Sugeng Trisnanto : luka lecet dipelipis( Rumkit Lanud LWM).
3. Lettu Laut (P) M. Kharis A.P (Pilot) : sakit dipinggang kanan (Rumkit Lanud LWM)
4. Lettu Laut (P) Ronal Wibisar : pusing/sakit pada kepala. (Rumkit Lanud LWM).
5. Serka Sigit : Lecet dipelipis( Rumkit Lanud LWM)
6. Sertu Muhtar : Luka sobek didahi kanan (RSUD Morotai)
7. Sertu Sony : Luka lecet dilutut kanan. (Rumkit Lanud LWM).
8. Sertu Udin : Luka lecet dan trauma.( Rumkit Lanud LWM)

Sebagai akibar dari kecelakaan itu, 6 orang dievakuasi ke Rumah Sakit Lanud LWM dan 2 orang dibawa ke RSUD Morotai. (FAISAL)

ALDY MADJIT