Rabu, 19 Juni 2019 | 12:18:39 WIB

Rupiah Bergerak Naik ke Rp13.455 per Dolar, Sementara IHSG Dibuka Turun 6,3 Poin

Selasa, 3 Januari 2017 | 12:58 WIB
  • Ilustrasi - Rupiah naik, IHSG turun. (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa (3/1) pagi bergerak naik 10 poin menjadi Rp13.455 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah bergerak cukup stabil dengan kecenderungan menguat di tengah fluktuasi mayoritas kurs di kawasan Asia yang terdepresiasi terhadap dolar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.

Inflasi Desember 2016 yang diperkirakan di kisaran 3,1-3,2 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dari angka November, menjaga fluktuasi kurs mata uang domestik.

"Di tengah tren kenaikan harga minyak global, inflasi domestik yang rendah akan memberikan daya tarik lebih terhadap aset berdenominasi rupiah," katanya.

Di sisi lain, dia menjelaskan, kekhawatiran fiskal juga mulai meredup dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 hanya di kisaran 2,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga Desember 2016.

"Sentimen positif terhadap rupiah diperkirakan bertahan pada pekan pertama 2017 ini," katanya.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan inflasi tahun 2016 yang terjaga di level rendah direspons positif oleh pelaku pasar uang di dalam negeri.

"Kemungkinan penilaian stabilnya angka inflasi akan membuat tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya menjadi pendorong rupiah," katanya.

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) dibuka turun 6,3 poin atau 0,12 persen menjadi 5.290,39 pada perdagangan awal tahun 2017, Selasa (3/1).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar saham melanjutkan aksi lepas saham, sehingga berdampak negatif terhadap laju IHSG pada awal tahun ini.

"Pada awal perdagangan, sebagian pelaku pasar masih memanfaatkan aksi ambil untung terhadap saham-saham domestik yang harganya dinilai masih tinggi," kata Reza.

Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan yang terjadi tidak banyak mengganggu optimisme investor terhadap fundamental industri pasar modal mengingat perekonomian nasional yang masih cukup kondusif.

"Kebijakan pemerintah mengenai amnesti pajak masih akan memberikan sentimen positif bagi pasar, melalui kebijakan itu diharapkan dapat memperkuat penerimaan negara yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan infrastruktur," katanya.

Ia menambahkan bahwa masih adanya optimisme mengenai perbaikan kondisi ekonomi Indonesia tahun ini akan menjaga pasar modal.

Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan potensi IHSG kembali terapresiasi masih cukup terbuka menjelang pengumuman data ekonomi dari negara maju, yang diproyeksikan kondusif.

"Situasi itu diharapkan menjadi sentimen bagi pasar saham pada pekan pertama perdagangan tahun 2017 ini," kata Nico.

Di tingkat regional, indeks Hang Seng bursa Hong Kong menguat 114,32 poin (0,52 persen) ke level 22.114,88; indeks KOSPI bursa Korea naik 10,86 poin (0,54 persen) ke level 2.037,02; dan Straits Times Singapura menguat 4,00 poin (0,14 persen) posisi 2.884,76. (ANT)

MUHAMMAD SUPRIYANTO