Selasa, 18 Juni 2019 | 06:10:40 WIB

Bank Indonesia Kembali Bantah Gambar Palu-Arit di Rupiah Baru

Selasa, 3 Januari 2017 | 17:02 WIB
  • Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menunjukkan uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 seusai peluncurannya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016). (FOTO: ANT/LINDO)

SERANG, LINDO - Kembali Bank Indonesia membantah ada gambar palu-arit di lembar-lembar rupiah tahun emisi 2016. Kali ini yang membantah itu adalah Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten.

"Kami perlu mengklarifikasi bahwa tidak benar ada gambar yang disamarkan bahwa itu adalah lambang salah satu partai politik terlarang, dan bila diperhatikan dengan cermat tidak ada kemiripan, dan itu karena dicocok-cocokan seperti menyamai gambar yang dimaksud," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Budiharto Setyawan, di Serang, Selasa (3/1).

Ia mengatakan, gambar terlarang yang dihebohkan sebagian masyarakat di media sosial dan menyebar di masyarakat lebih disebabkan karena peristiwa yang saat ini sedang hangat dibicarakan tentang hidupnya kembali Partai Komunis Indonesia sehingga ada sebagian masyarakat yang mencoba mencocok-cocokan dan terlihat ada kemiripan.

"Sebenarnya itu adalah lambang Bank Indonesia, yang agar tidak bisa dipalsukan maka di buat menggunakan rectoverso yaitu dua hal yang terpisah namun sebenarnya merupakan satu kesatuan yang utuh," kata Budiharto.

Rectoverso pada uang baru NKRI yang sudah beredar di masyarakat itu bentuknya tidak jauh berbeda dengan uang lama. "Kalau memang ada unsur kesengajaan, kenapa uang yang lama tidak diprotes, kok uang yang baru ini diprotes, padahal bentuknya tidak jauh berbeda antara uang lama dengan uang baru," kata dia. (ANT)

ALDY MADJIT