Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:07:11 WIB

Pengusiran dan Pemukulan Berakhir di Pengadilan Jakarta Timur

Senin, 9 Januari 2017 | 15:50 WIB
  • Dua saksi diambil sumpah sebelum memberikan kesaksian dalam sidang terdakwa aksi terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016). (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Buntut dari penertiban loket penjualan karcis Bus disekitar kawasan Terminal Pulo Gadung berakhir ke ranah hukum. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, terdakwa yang yang bernama Iwan dikenal sebagai pegawai Perusahaan Oto (PO) Bus melakukan tindakan kekerasan di sekitar kawasan terminal Pulo Gadung terhadap korban dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

Dari keterangan saksi-saksi yang berjumlah empat orang dihadapan majelis hakim, petugas Dishub itu, menjelaskan secara bergantian bahwa terdakwa telah memukul dengan sebuah botol minuman kepada korban yang tak lain adalah petugas Dishub bernama Bambang Sutrisno.

Ketua majelis hakim meminta keterangan kepada saksi-saksi terkait kejadian kekerasan yang terjadi di terminal Pulogadung. Menurut keterangan, korban pemukulan itu mengalami luka disekitar wajah.

"Saya melihat mukulnya dari belakang saat keributan. Saya posisi dijalur Sumatra, melihat langsung dikerumunan sekitar jarak lima meter (saat kejadian pemukulan). Posisi saya ngambil foto," terang saksi bernama Charles di ruang sidang Mudjono, SH.

Dan dari keterangan para saksi-saksi lainnya korban saat kejadian sempat diamankan di ruang informasi karena kondisi penuh kerumunan masa dilokasi.

Sementara, kuasa hukum terdakwa mengatakan tempat kejadian perkara kekerasan di terminal Pulo Gadung dan ada larangan PO-PO beroperasi di terminal tersebut.

"Itu terjadi di Pulo Gadung, dia pegawai PO Bus (terdakwa). Ada unsur-unsur kesana beberapa Bus disuruh keluar, jadi tidak boleh PO beroperasi disana," kata Rizky Sianipar.

Akan tetapi, Rizky menambahkan saat keributan di terminal, kliennya sempat dipukul oleh petugas Dishub dengan pentungan dan kliennya membalas dengan botol yang melukai korban.

"Saudara Iwan Dedi masuk ketengah-tengah cekcok mulut dengan Dishub. Dorong-dorongan sampai akhirnya dipukul pentungan dan balas memukul saudara Iwan dengan botol sosro kepada korban Bambang Sutrisno," ujarnya. (SEKT/AHMAD)


ALDY MADJIT