Jumat, 20 Juli 2018 | 04:27:30 WIB

Kemenperin-Kominfo ajak IKM Manfaatkan Teknologi Digital

Minggu, 29 Januari 2017 | 22:57 WIB
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memukul gong digital pada Launching Logo e-smart IKM di Kementerian Perindustrian (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika serta e-commerce sepakat bekerja sama untuk mengajak para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional untuk memanfaatkan teknologi digital.

“Sejalan perkembangan era digital saat ini, teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu pilar kekuatan eknomi global. Sudah saatnya sektor industri, khususnya IKM, di seluruh Indonesia memanfaatkan teknologi untuk memetik keuntungan dari transformasi digital,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Sektor Industri melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Jakarta, dilansir dari siaran pers, Jumat (27/1).

Berdasarkan penelitian Deloitte Access Economics 2015, IKM yang menggunakan teknologi digital terbukti mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar dua persen.

Selain itu, pendapatan IKM meningkat hingga 80 persen dan 17 kali lebih inovatif.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik para pelaku IKM yang akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi agar dapat meningkatkan daya saing di pasar domestik dan ekspor.

“Untuk itu, kami dan Kemenperin melakukan aksi nyata bagi pengembangan industri dalam negeri, yaitu melalui peningkatan akses internet, pengembangan sumber daya manusia, serta penggunaan aplikasi untuk pemberdayaan industri,” kata dia.

Kemenperin saat ini mengembangkan program e-Smart IKM yang nantinya akan diintegrasikan ke berbagai marketplace yang telah ada.

E-Smart IKM mengusung sembilan komoditas unggulan yang akan dikembangkan pemasarannya melalui e-commerce, yaitu kosmetik, fesyen, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furnitur, herbal dan produk logam.

Program tersebut digagas Menperin sejak September 2016. Sebelumnya Airlangga mengajak generasi muda untuk melek teknologi agar menjadi pebisnis startup digital.

Iklim startup sedang berkembang, nilai bisnis e-commerce di Indonesia saat ini mencapai 18 miliar dolar AS dan dalam lima tahun, ditargetkan tumbuh 10 kali lipat.

Kemenperin sedang menjalankan beberapa program untuk meningkatkan kompetensi SDM industri, antara lain melalui pendidikan, pelatihan vokasi, pemagangan serta sertifikasi. (ANT)

ALDY MADJIT