Rabu, 15 Agustus 2018 | 06:07:27 WIB

Pejabat Lebak jadi Korban Penjambretan di Pasar Senen

Senin, 30 Januari 2017 | 03:21 WIB
  • Ilustrasi - Para komplotan jambret yang sedang merampas tas seorang wanita. (FOTO: MRD/LINDO)

LEBAK, LINDO - Seorang pejabat Kabupaten Lebak, Banten menjadi korban penjambretan di kawasan Senen, Jakarta, Minggu (28/1) dengan kerugian mencapai Rp5 juta.

"Kami tidak menyangka seorang pengendara motor dengan cepat mengambil tas miliknya itu," kata Siti Samsiah (50) seorang korban kejahatan saat melaporkan kasus tersebut di Polres Lebak, Minggu (29/1).

Siti Samsiah tercatat sebagai Kepala Seksi Promosi Peternakan pada Dinas Peternakan Kabupaten Lebak saat itu berencana mendatangi Pasar Senen Jakarta untuk membeli pakaian.

Berdasarkan informasi pascakebakaran Pasar Senen menjual pakaian-pakaian murah dengan harga Rp15-25 ribu per potong.

Untuk itu, dirinya mengunjungi pasar tersebut karena pedagang menjual harga murah.

Kebutuhan pakaian murah itu, nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Apalagi, dirinya juga menanggung ekonomi tetangganya di Komplek Pendidikan Rangkasbitung yang kurang mampu itu.

Namun, rencana mulia itu menjadi korban penjambretan di sekitar kawasan Pasar Senen tersebut.

Beruntung, kejahatan itu tidak melukainya, namun diperkirakan kerugian sekitar Rp 5 juta,termasuk dua telepon seluler.

Selain itu juga kehilangan surat-surat penting, seperti STNK motor, kartu pegawai, ATM, KTP dan BPJS.

"Kami berharap masyarakat jika hendak berpergian ke Pasar Senen agar waspada kejahatan itu," ujarnya.

Menurut dia, peristiwa korban penjambretan itu saat dirinya menumpang kendaraan bajaj gas berwarna hijau saat memasuki kawasan Pasar Senen secara tiba-tiba pengendara motor mengambil tas yang ditenteng di tangannya dengan cepat.

Bahkan, pengemudi Bajaj sama sekali tidak mengetahui penjambretan karena begitu cepat dan langsung kabur.

Aksi kejahatan di kawasan Pasar Senen itu agar secepatnya tertangkap aparat kepolisian setempat.

Selama ini, tindakan kejahatan cenderung meningkat sehingga aparat keamanan harus mampu menangkap para pelaku tersebut.

Sebab, apapun alasan kejahatan itu tentu harus diberantas karena sangat merugikan masyarakat.

"Kami berharap pelaku kejahatan itu bertaubat dan kembali kehidupan yang normal di masyarakat," ujarnya sambil diplomasi.

Sementara itu, petugas Polres Rangkasbitung mengatakan mereka menerima laporan atas kejahatan yang menimpa korban bernama Siti Samsiah, meskipun kejadian tersebut di Jakarta.

"Kami berharap masyarakat yang hendak ke Jakarta waspada kejahatan dengan tidak membawa barang-barang berharga," kata Barka,seorang petugas Polsek Rangkasbitung. (ANT)

ALDY MADJIT