Kamis, 20 Februari 2020 | 03:15:07 WIB

Basarnas Luncurkan Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia

Senin, 7 Mei 2018 | 15:48 WIB
Basarnas Luncurkan Stasiun Bumi Satelit SAR Indonesia

(FOTO : HUMASBASARNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO -Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Badan SAR Nasional (Basarnas)  Marsdya TNI M. Syaugi, S. Sos, M.M meresmikan Meolut - IDMCC, di Badiklat Basarnas, Desa Cariu Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5).

 

"Meolut atau Stasiun Bumi SAR (Search and Rescue) Indonesia ini wujud peningkatan layanan SAR di Indonesia, alat ini dapat mendeteksi dini kejadian atau kecelakaan di laut, juga di udara secara cepat dan akurat dengan sinyal, sehingga akan mampu lebih cepat menolong korban saat kecelakaan," terang Marsdya TNI M. Syaugi.

 

Peralatan Meolut ini lanjutnya, lebih cepat dari alat yang ada selama ini yaitu Leolub, dengan waktu 5 menit lewat sinyal bahaya yang dimiliki pesawat juga kapal laut yang otomatis terpancar ke Meolut ini. 

 

“Data yang masuk dijadikan acuan untuk menindak lanjuti dengan menghubungi pihak Basarnas yang terdekat dengan lokasi. System ini merupakan wujud keseriusan Basarnas untuk layanan SAR untuk melindungi seluruh rakyat tumpah darah Indonesia," jelas Kepala Basarnas.

 

Menurutnya, upaya alat ini sangat membantu komunikasi sehingga dapat mengoptimalkan layanan SAR. "Harapan saya dengan kemajuan informasi akan mensinergikan beberapa Kementerian dan Lembaga di bidang navigasi darat dan laut juga melibatkan TNI, dan Polri," harapnya.

 

Basarnas menyadari bahwasanya, Basarnas tidak bisa bekerja sendiri sehingga butuh kerjasama dengan beberapa Kementerian dan Lembaga juga TNI dan Polri. 

 

“Alat canggih buatan Amerika ini,  sudah banyak dimiliki oleh negara lain, masing-masing negara saling bersinergi.  Meolut menggantikan Leolut yang kecanggihanya sudah tertinggal yang dulunya mendeteksi kejadian sampai tiga hari tapi dengan Meolut ini tidak sampai 5 menit sudah terdeteksi,” papar Marsdya TNI M. Syaugi.

 

Selain Indonesia tambahnya, negara lain di kawasan Asia Tenggara juga memiliki satelit SAR buatan Amerika tersebut adalah Singapura, dan Australia. 

 

Di Indonesia sendiri, saat ini ada dua lokasi pemasangan satelit SAR Basarnas, yakni empat unit satelit SAR MEOLUT- ID MCC Basarnas yang terpasang di Cariu, Bogor (Jawa Barat) dan di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran-Jakarta. 

 

Nantinya informasi yang diterima oleh Meolut- IDMCC di Bogor juga bisa diterima oleh Kantor Pusat Basarnas yang berada di Jakarta, karena Kantor Pusat Basarnas di Jakarta juga memiliki perangkat yang sama dan dilengkapi dengan layar monitor berukuran besar. 

 

Sehingga melalui layar monitor yang ada, Basarnas dapat dengan mudah melihat temuan sinyal lokasi kecelakaan dimanapun, khususnya di wilayah Indonesia. 

 

Marsekal Madya TNI M. Syaugi juga menjelaskan, apabila ditemukan suatu sinyal kecelakaan, maka Basarnas dapat langsung meneruskan informasi tersebut kepihak/institusi terkait, tidak hanya dalam cakupan wilayah Indonesia tapi juga negara lain. (ARMAN R)

Berita Terkait