Minggu, 17 Januari 2021 | 07:38:39 WIB

Pemkab Kotabaru Sambut Baik Pasokan Listrik 150 kilo Volt di Bawah Laut

Rabu, 14 November 2018 | 11:42 WIB
Pemkab Kotabaru Sambut Baik Pasokan Listrik 150 kilo Volt di Bawah Laut

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, yang mewakili Bupati Tanah Bumbu Drs H Avian Noor saat meninjau infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut sebesar 150 kilo Volt (kV) di Kotabaru, Kalsel, Selasa (913/11). (FOTO: M BADRUN/LINDO)

KOTABARU, LINDO - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, menyambut baik Perushaan Listrik Negara (PLN-Persero) saat ini tengah membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut sebesar 150 kilo Volt (kV) yang menghubungkan sistem kelistrikan di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Sistem Barito) dengan sistem kelistrikan di kabupaten Kotabaru.

Asisten II yang mewakili Bupati Tanah Bumbu Drs H Avian Noor dari bidang Perekonomian dan Pembangunan menyambut baik serta sangat mengaspresiasi kontribusi nyata dari PT. PLN Persero yang akan memulai pegelaran kabel bawah laut.

“Kita ketahui bersama untuk membangun Banua ini sudah tentu tidak terlepas dari upaya membangun prasarana khususnya terkait kelistrikan. Ini tentu upaya langkah kedepan strategis untuk mengupayakan ketersediaan tenaga listrik bagi pemenuhan kebutuhan listrik di masyarakat,” kata H Avian Noor, Selasa (13/11).

Avian berharap agar semangat kerja nyata terus dikembangkan agar hasilnya bisa menerangi negeri yang melalui energi listrik tadi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang ada di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan.

“Maka dengan semangat kerja nyata maka kita bisa menerangi negeri yang melalui energi listrik tadi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang ada di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan. Mengingat kebutuhan energi listrik ini telah menjadi kebutuhan semua masyarakat,” ujarnya.

Avian mengutip pernyataan Bupati Sayed Jafar, dalam sambutannya mengatakan kelistrikan itu sangatlah penting bagi peningkatan setiap kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pada umumnya, serta mendorong bagi peningkatan ekonomi khususnya.

“Bupati menyampaikan aspresiasinya dan penghargaan yang setingi-tingginya pada PT PLN persero, dengan terlaksananya pembangunan kabel bawah laut kelistrikan hari ini Tanah Bumbu dan Kotabaru sehingga dapat mendorong ekonomi sekaligus faktor penarik  aktivitas lainnya,” tandasnya.

Maka dengan ketersediaan Listrik yang Cukup maka semakin menarik dan menambah minat bagi Investor untuk menanamkan Investasinya, serta membuka Industri - Industri baru di Pulau Laut khususnya di Kabupaten Kotabaru sehingga peningkatan Ekonomi  tersebut dapat tercapai 100%khususnya meningkatkan Elektrifikasi yang ditargetkan.

Bupati juga berpesan pada masyarakat agar bersama-sama menjaga kabel listrik yang  ditanam dalam dasar laut.

“Saya harap pada warga agar jangan melakukan aktifitas nelayan disekitar area kabel tersebut.  Mari kita sama-sama jaga kabel ini bersama-sama,” paparnya.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri mengatakan pemasangan kabel dalam laut dimulai dari landing point Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu sampai dengan landing point Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang panjangnya mencapai 4 kilo meter sirkuit (kms) tersebut merupakan program strategis yang sudah direncanakan dan termasuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016 - 2025 guna memenuhi kebutuhan energi listrik di Kotabaru.

“Untuk menghubungkan sistem kelistrikan tersebut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lainnya yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk (GI),” kata Machnizon Masri saat meninjau langsung proses pekerjaan penggelaran kabel laut tersebut.

Total ada sebanyak 109 tower SUTT yang dibangun, 94 tower SUTT di Kotabaru dan 15 tower SUTT di Batulicin dengan total panjang jaringan 37,5 kms.

"Sedangkan GI dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) dibangun di Batulicin dan Kotabaru," ujarnya.

Machnizon menjelaskan progres pembangunan SUTT sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan pondasi. Sedangkan status GI Batulicin saat ini sudah dapat dioperasikan, sementara itu GI Kotabaru masih dalam tahap pengujian dan siap dioperasikan pada akhir November tahun 2018.

“Pembangunan SUTT di Batulicin ditargetkan selesai dan siap untuk beroperasi pada Januari 2019, sedangkan SUTT di Kotabaru ditargetkan Bulan September 2019. Kami akan coba kejar agar tahun depan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah kami canangkan,” jelas dia.

Acara itu di akhiri dengan pemberian Sembako dari PT PLN Kalimantan Selatan pada  masyarakat Desa Salino, Selaru, Mekarpura, yang dilanjutkan dengan peninjauan kelokasi pegelaran kabel dalam laut dengan menggunakan speadboat. (M BADRUN)

 

Berita Terkait