Kamis, 28 Januari 2021 | 13:00:10 WIB

Karton Bekas Minuman Kini Laku di Bandung

Kamis, 3 Januari 2019 | 14:32 WIB
Karton Bekas Minuman Kini Laku di Bandung

Arsip Foto: Warga yang tergabung dalam komunitas Hijau Lestari menimbang dan memilah sampah di bank sampah, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/1/2018). Bank sampah di wilayah kelurahan Sekeloa tersebut mengolah sampah menjadi barang bernilai jual. (FOTO: ANTARA/LINDO)

BANDUNG, LINDO - Sampah karton bekas kemasan minuman, yang dulu tidak pernah dilirik karena dianggap tidak bernilai ekonomi, kini laku di Kota Bandung.

"Sampah kardus bekas minuman ini bisa dikumpulkan dan didaurulang oleh Wasteforchange dan mempunyai nilai ekonomi," kata Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana, Kamis (3/1/2019).

Deni mengatakan kemasan kardus berlapis aluminium foil yang biasa digunakan untuk minuman kemasan seperti susu, teh, dan minuman ringan lain sebelumnya tidak bisa didaurulang sehingga bahkan pemulung pun tak meliriknya.

Sekarang, ia melanjutkan, warga bisa mengumpulkan kardus-kardus kemasan itu serta menjualnya ke tempat penampungan sampah untuk selanjutnya didaur ulang oleh PT Wasteforchange Alam Indonesia dan PT Tetra Pak berdasarkan nota kesepahaman kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dan PT Wasteforchange pada Rabu (2/1).

Berdasarkan nota kesepahaman kerja sama itu, PD Kebersihan mendapat fasilitas mesin daur ulang sampah Tetra Pak.

"MoU PD Kebersihan dan Wasteforchange, perusahaan ini satu-satunya yang mengakomodir bahan kardus seperti bekas minuman dan sebagainya untuk didaur ulang," kata dia.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari program Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan (Kang Pisman) yang sedang digencarkan Pemerintah Kota Bandung untuk mengurangi sampah.

"Ini salah satu kegiatan pendukung Kang Pisman. Kang Pisman dari hari ke hari semakin viral dan memang didukung penuh oleh warga Kota Bandung," kata Deni.

Managing Director Wasteforchange Alam Indonesia M. Bijaksana Junerosano mengatakan perusahaannya dalam kerja sama itu bertanggung jawab atas sampah kemasan yang sebelumnya tidak bisa diolah.

"Sampah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi bisa dikirim ke titik pengumpulan seperti TPS terdekat untuk kemudian kami yang membeli dan mengolahnya. Selain pengurangan sampah, tentu ini akan menjadi keuntungan bagi masyarakat," kata dia.

"Di dalam kemasan ada kertas alumunium foil dan plastik. Kami bekerja sama dengan Tetra Pak yang membangun mesin khusus yang bisa memilahnya," kata dia.

Perusahaan akan membeli setiap satu kilogram sampah karton bekas minuman dengan harga Rp500 sampai Rp1.000 sesuai kondisi kemasan bekas.

ANT

Berita Terkait