Rabu, 15 Juli 2020 | 10:07:53 WIB

Proyeksi Pembangunan Pertahanan Negara Jadi Pembahasan Rapim Kemhan 2019

Rabu, 16 Januari 2019 | 22:22 WIB
Proyeksi Pembangunan Pertahanan Negara Jadi Pembahasan Rapim Kemhan 2019

(FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) yang membahas proyeksi pembangunan pertahanan negara tahun 2019, seperti membahas upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

"Rapim ini temanya adalah bersiap untuk melaksanakan, untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan negara dan keselamatan bangsa, jadi yang kita bicarakan tadi seputar itu semua," ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dalam Jumpa pers usai Rapim Kemhan 2019, di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (16/1).

Dalam rapat hari kedua ini, hadir sejumlah pimpinan dari Kemenkeu, Kemenko Polhukam, Kementerian BUMN, KemenPAN-RB, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan para Kepala Staf TNI. Selain itu hadir pula Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dan Jenderal TNI (Purn) Widhojo Soejono.

Ryamizard menyampaikan, dalam Rapim ini dibahas tugas masing-masing matra TNI. Ia merasa perlu ada penyegaran kembali fungsi tugas mulai dari atas sampai ke bawah.

"Ya kita harus tahu tugas masing-masing, disegarkan kembali, sehingga kita mulai dari saya, Panglima TNI sampai ke bawah tahu siapa berbuat apa dan melakukan apa. Setelah itu dijabarkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), dijabarkan kemudian masing kepala staf angkatan sampai detail, sehingga apa yang tersampaikan sama mengalir sampai ke bawah," ucap Ryamizard.

Dalam Rapim tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pada Rapim kali ini dibahas soal ancaman keamanan bangsa. Salah satunya fokus mengembangkan konsep pada ancaman terorisme dalam kota.

"Ancaman kita ada dua, yang pertama, ancaman nyata dan ancaman belum nyata. Ancaman nyata kalau teroris itu bisa di mana saja, di hutan, di kota, dan di pelabuhan," terang Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ia juga menyampaikan, agar mengembangkan konsep perang kota, taktik perang kota, karena yang jelas karakteristiknya berbeda dan ada perlengkapan yang harus disiapkan.

Kegiatan Rapim Kemhan Tahun 2019 ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap awal tahun dengan tujuan menyampaikan kebijakan Menhan yang akan menjadi pedoman bagi instansi – instansi terkait dalam menjabarkan penyelenggaraan pertahanan negara sesuai tugas dan fungsinya. Selain itu juga menunjukkan kesiapan Kemhan/TNI dalam menyongsong tugas di tahun 2019.  Oleh karena itu, diharapkan adanya sinergitas dan koordinasi yang baik demi suksesnya tugas – tugas penyelenggaraan pertahanan ke depan. (ARMAN R)

Berita Terkait