Senin, 24 Februari 2020 | 11:29:36 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 43,5 Kg

Jum'at, 2 Agustus 2019 | 17:49 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 43,5 Kg

Polisi menggelar rilis tangkapan 4 tersangka pembawa 43,5 kilogram sabu. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Satgas Narcotic Investigation Centre (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 43,5 kilogram narkotika jenis sabu. Empat tersangka berinisial AK, RDW, MR dan HR ditangkap.
 
"Pada 24-25 (Juli) dilakukan operasi bersama. Patroli sekaligus penyekatan di daerah Bengkalis dan Pulau Rupat. Tempat itu sebagai tempat primadona untuk masuknya (narkoba) dari Johor dan Penang (Malaysia)," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.
 
Eko mengungkapkan kronologis penangkapan empat tersangka bermula ketika polisi melakukan patroli. Saat melintas di Desa Dompas tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Lintas Pakning-Siak, tampak mobil hitam bernomor polisi BM 1395 BE lalu lalang mencurigakan.

Tim pun mengejar. Dalam pengejaran, pengendara mobil membuang dua buah tas berisi sabu ke jalan raya dengan maksud menghalau kendaraan polisi.
 
"Dengan kecepatan tinggi ditabraklah tas itu. Kemudian kendaraan (polisi) tidak bisa dikembalikan (ke jalan) lagi, akhirnya masuk parit. Pelaku berhasil kabur," ucap Eko.

Setelah dilakukan pencarian, mobil milik terduga pelaku ditemukan di area kebun kelapa sawit berjarak 10 kilometer dari insiden pembuangan tas. Kemudian padaJumat, 26 Juli 2019, sekitar pukul 04.00 WIB, tim menangkap AK, 31 dan RDW, 40. Mereka berperan mengawal mobil kelompok narkotika yang melarikan diri.
 
Pada pukul 16.00 WIB di hari yang sama, polisi juga meringkus MR dan HR di Jalan Lintas Timur KM 88, Desa Kemeng, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka merupakan kurir sabu yang membuang tas ke jalan raya.
 
"Kita berhasil amankan barang buktinya sebanyak 43,5 kilogram. Dari tim analis, jumlah seluruhnya diperkirakan 50 kilogram, tapi sisanya terbuang di tengah jalan," terang Eko.
 
Keempat tersangka tengah menjalani pemeriksaan. Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana mati, dipenjarakan seumur hidup atau paling sedikit adalah enam tahun penjara dengan denda minimal Rp1 miliar, denda maksimal Rp10 miliar.
 
Sementara itu Subsidair yakni Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling tinggi maksimal 20 tahun penjara, juga denda Rp800 juta atau maksimal Rp8 miliar.

MEDCOM

Berita Terkait