Rabu, 03 Juni 2020 | 01:14:01 WIB

BPS: Cabai Rawit Jadi Pemicu Inflasi 0,16% di Jatim

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 07:24 WIB
BPS: Cabai Rawit Jadi Pemicu Inflasi 0,16% di Jatim

Cabai rawit jadi pemicu inflasi. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi 0,16 persen pada Juli 2019. Tingginya inflasi ini menjadi pemicu terbesar karena melonjaknya harga komoditi cabai.
 
"Kenaikan harga cabai rawit menjadi komoditas utama pendorong inflasi di Jatim pada Juli 2019," kata Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, di Surabaya, Jumat, 2 Agustus 2019.
 
Menurut Teguh, komoditas cabai rawit mengalami perubahan harga sampai 128,71 persen sepanjang Juli 2019. Selain itu, komoditas emas perhiasan dan daging ayam ras turut menyumbang inflasi dengan perubahan harga masing-masing 3,42 persen dan 3,97 persen.

"Untuk cabai rawit ini memang karena tingginya permintaan di pasar, sementara belum musim panen, sehingga pasokannya tidak banyak. Selain itu, mungkin juga karena faktor cuaca sehingga memengaruhi produksi cabai," jelas dia.
 
Pada Juli 2019, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, yaitu dari 135,36 menjadi 135,57. Inflasi pada Juli 2019, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Juli 2018, Jatim hanya mengalami inflasi sebesar 0,07 persen.
 
"Ada tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di Jatim pada Juli 2019, cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras," ujarnya.
 
Pada Juli tahun ini, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok di antaranya mengalami inflasi, dan satu sisanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi adalah kelompok sandang sebesar 0,93 persen.
 
Kemudian diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,83 persen, kesehatan sebesar 0,14 persen, pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar, serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masing-masing 0,08 persen.
 
"Adapun kelompok yang mengalami deflasi pada Juli 2019 di Jatim, adalah kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yaitu sebesar 0,63 persen," kata Teguh.
 
Teguh juga menjabarkan tiga komoditas utama yang menjadi penghambat terjadinya inflasi Jatim pada Juli 2019. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah tarif angkutan udara, tarif kereta api, dan tarif angkutan antarkota.
 
Tarif angkutan udara mengalami penurunan pada Juli, setelah pemerintah menurunkan tarif pesawat berbiaya murah (low cost carrier/LCC) untuk beberapa rute penerbangan di hari-hari yang telah ditentukan.
 
"Komoditas yang juga mengalami penurunan harga adalah tarif kereta api. Setelah berakhirnya peak session pasca momen Idulfitri dan libur sekolah, tarif kereta api kembali ke harga normal. Hal yang sama juga terjadi pada tarif angkutan kota, yang juga kembali ke harga semula. Sehingga menjadi salah satu komoditas utama penghambat inflasi," pungkas Teguh.

MEDCOM

Berita Terkait