Sabtu, 14 Desember 2019 | 17:20:56 WIB

Penyebar Berita Kader PDIP Sewa PSK Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:18 WIB
Penyebar Berita Kader PDIP Sewa PSK Dilaporkan ke Polisi

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Ambarwati Tanjung. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Ambarwati Tanjung melaporkan pemilik akun Twitter @LisaAmartatara3 ke Polda Metro Jaya. Akun itu mencuit tentang kader PDIP yang menyewa pekerja seks komersil (PSK) saat Kongres V di Denpasar, Bali.
 
"Hari ini saya dari bandara, dari Bali, langsung ke Polda Metro melaporkan akun yang @LisaAmartartara3, yang jelas dalam bahasa dia menghina partai saya PDI Perjuangan dan masyarakat Bali," kata Dewi di Mapolda Metro Jaya, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Dewi membawa barang bukti berupa tangkapan layar cuitan @LisaAmartartara3. Tangkapan layar itu disimpah dalam flashdisk. Dewi menilai pemilik akun tersebut telah menghina partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

"Dalam statemen akunnya itu seperti saya bacakan dia mengatakan bahwa kader PDIP memberi berkah yang banyak kepada para PSK di Bali. Terkesan saya melihat dia menghina kader PDIP datang ke Bali untuk melakukan transaksi-transaksi dengan PSK-PSK di sana," jelas Dewi.
 
Padahal, Dewi menambahkan kader PDIP tak pernah keluar dari area kongres untuk mencari PSK. Panitia Kongres V PDIP akan menindak tegas para kader yang melanggar aturan itu.
 
"Tidak ada waktu kami untuk keluar dari arena kongres di Bali, cukup ketat sekali. Kader keluar itu langsung ditegur dan dicabut ID dan KTA-nya oleh DPP partai," beber Dewi.
 
Dewi mengetahui cuitan itu saat masih berada di Bali. Ia mendapatkan cuitan itu dari aplikasi pesan instan, WhatsApp.
 
"Tadinya saya mau laporin di Bali, tapi saya pikir teman-teman di Bali akan melaporkan dan saya juga melaporkan di Jakarta. Jadi akan ada dua laporan yang dilakukan teman-teman Bali dan Jakarta," ucapnya.
 
Akun @LisaAmartartara3 menyertakan pemberitaan dari salah satu media daring berjudul 'Kongres PDIP Untungkan PSK' dalam cuitannya. Berita tersebut dimuat pada Kamis, 31 Maret 2005.
 
Namun, Dewi tak menyertakan berita itu sebagai bukti. Ia hanya melaporkan pemilik akun karena menyebarkan berita lama.
 
"Kalau yang dilaporkan terkait Twitternya. Ini tulisan dibuat sama dia berbarengan dengan kongres PDIP (saat ini) walaupun dia merepos (berita) dari tahun 2005," pungkas Dewi.
 
Laporan kader partai banteng itu teregistrasi dengan nomor LP/4952/VIII/2019/PMJ/Dit Reskrimsus, 12 Agustus 2019. Terlapor diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, ia disangkakan Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 A ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

MEDCOM

Berita Terkait