Sabtu, 07 Desember 2019 | 23:17:47 WIB

Terlibat Narkoba, Polisi Sita Pistol Umar Kei

Kamis, 15 Agustus 2019 | 19:30 WIB
Terlibat Narkoba, Polisi Sita Pistol Umar Kei

Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Ohoitenan alias Umar Kei di tangkap polisi. (FOTO: DETIK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ketua Front Pemuda Muslim Maluku, Umar Ohoitenan alias Umar Kei, terancam hukuman mati. Ancaman itu dikenakan karena kepemilikan senjata api ilegal.
 
"Iya bisa terancam pidana hukuman mati sesuai UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Umar juga terancam hukuman 20 tahun penjara dalam kasus narkoba. Dia disangkakan melanggar Pasal 112, Pasal 114, Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Umar ditangkap di Hotel Amaris, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019, pukul 16.30 WIB. Ia diamankan bersama tiga temannya.
 
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan. Barang bukti tersebut berupa senjata api jenis revolver, lima plastik narkoba jenis sabu-sabu, lima buah telepon genggam, dan satu power bank.
 
Senjata api milik Umar telah disita penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Senjata itu dibawa ke laboratorium forensik untuk diuji dan dilakukan penyidikan.
 
Umar sudah ditahan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia juga tengah diperiksa intensif oleh penyidik untuk mengetahui penyuplai narkoba kepada dirinya.

Pistol revolver disita dari tangan Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei. Senjata api itu ditemukan saat Umar Kei ditangkap atas kasus narkoba.
 
"Senjata api kita serahkan ke Reskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) untuk kita lakukan penyidikan," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Menurut dia, polisi ingin mencari tahu ilegalitas pistol itu. Korps Bhayangkara juga mengecek penggunaan senjata api itu.

Pistol revolver disita dari tangan Ketua Front Pemuda Muslim Maluku Umar Ohoitenan alias Umar Kei. Senjata api itu ditemukan saat Umar Kei ditangkap atas kasus narkoba.
 
"Senjata api kita serahkan ke Reskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) untuk kita lakukan penyidikan," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Menurut dia, polisi ingin mencari tahu ilegalitas pistol itu. Korps Bhayangkara juga mengecek penggunaan senjata api itu.

Saat digeledah, polisi menyita sejumlah barang bukti. Benda itu meliputi senjata api jenis revolver, lima plastik narkoba jenis sabu, lima buah telepon genggam, dan satu power bank.
 
Umar Kei ditahan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia disangkakan Pasal 112, Pasal 114, Pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba juncto UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.


MEDCOM

Berita Terkait