Kamis, 17 Juni 2021 | 08:36:09 WIB

DPR Minta Polisi Bijak Menangani Kerusuhan Manokwari

Senin, 19 Agustus 2019 | 22:01 WIB
DPR Minta Polisi Bijak Menangani Kerusuhan Manokwari

Massa membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jl. Trikora Wosi Manokwari, Papua, Senin (19/8/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Anggota Komisi III DPR Taufiqul Hadi meminta aparat keamanan bijak dalam meredam kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. Ia tak ingin kerusuhan meluas ke daerah lain.
 
"Pihak berwenang juga, saya harap, dapat mengambil langkah yang tepat dan bijaksana. Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengambil langkah penertiban sesegera mungkin. Kami akan tetus memantau hal tersebut," kata Taufiq saat dihubungi wartawan, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Politikus Partai NasDem itu mengingatkan jangan sampai ada penyusup yang memperkeruh suasana dengan isu rasial. Ia yakin tak ada isu rasisme di balik meletusnya kerusuhan di Manokwari.

"Tidak ada rasisme terjadi sesama anak bangsa. Tetapi mungkin sedikit terjadi kesalahpahaman, yang sering terjadi di antara sesama warga di negara kita. Jadi jangan cepat-cepat kita lari pada rasisme," ujar Taufiq.
 
Taufiq mengimbau semua pihak di Manokwari menahan diri. "Serahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwenang," pungkasnya.
 
Lalu lintas di sejumlah jalan di Manokwari, Papua Barat, lumpuh akibat diblokade massa. Mereka memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Dilansir dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, massa menebang pohon dan membakar ban di jalan raya. Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari turun ke jalan mengendalikan situasi.
 
Warga Jalan Sanggeng, Manokwari, Simon, mengatakan aksi ini bentuk kekecewaan masyarakat atas pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Namun, dia menegaskan aksi dilakukan dengan damai.

Tiga anggota kepolisian menjadi korban kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut Kepala biro operasi (Karoops) dan dua anggotanya terluka.
 
"Ada lemparan batu dari masyarakat," kata Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Dedi mengungkapkan masyarakat melempar batu saat kepolisian bernegosiasi dengan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Pangdam VIII Kasuari, dan Kapolda Papua Barat. Namun, Dedi belum mau memerinci peristiwa itu.

Saat ini, kataJenderal bintang satu itu, kepolisian fokus mengevakuasi mahasiswa. Mereka bakal dimintai keterangan.
 
"(Kalau) tidak ada unsur pidananya langsung dikembalikan," ujar Dedi.
 
Dedi menjelaskan kepolisian terus mengamankan lokasi sekitar kerusuhan agar kondusif. Aparat keamanan sebisa mungkin menggunakan pendekatan persuasif.
 
"Tindakan hukuman menjadi (pilihan) terakhir," tegas dia.

MEDCOM

Berita Terkait