Kamis, 21 Januari 2021 | 00:12:33 WIB

Proyek Pembangunan 8 Unit Rumah Layak Huni Desa Pumlanga Tahun 2017 Fiktif

Senin, 19 Agustus 2019 | 22:29 WIB
Proyek Pembangunan 8 Unit Rumah Layak Huni Desa Pumlanga Tahun 2017 Fiktif

ILustrasi - Sebuah papan pengumuman proyek desa. (FOTO: ISTI/LINDO)

HALTIM, LINDO - Maraknya penyalagunaan Dana Desa (DD) sehingga membuat masyarakat disana merasa resah, sehingga warga mengadukan permasaalahan tersebut ke beberap media, agar persoalan ini bisa mencuat ke permukaan publik.

Berdasarkan laporan tersebut tim media mencoba untuk memastikan kebenarannya untuk melakukan penelusuran ke desa yang bersangkutan, yaitu desa Pumlanga, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, pada Senin 12 Agustus 2019.

Setibanya di desa tersebut tim media di hampiri oleh beberapa masyarakat salah satunya adalah anggota BPD, ketua kader posyandu serta beberapa tokoh masyarakat yang melaporkan bahwa Kepala Desa Pumlanga sudah sering melakukan penyalagunaan dana yang nota benenya yang di alokasikan untuk kepentingan desa dan masyarakatnya.

"Di desa kami tersebut banyak kami temui dan melihat secara langsung kondisi desa yang begitu memprihatingkan karena tidak ada proses pembangunan bahkan ada beberapa pekerjaan desa yang tidak selesai contohnya pembangunan rumah 8 unit pada tahun 2017 hingga kini belum juga selesai," katanya.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat juga menyampaikan bahwa pada tahun 2016 ada pengadaan perahu tapi pemerintah desa mengadakan perahu bekas yang di beli di Tobelo, sehingga perahu tersebut di oprasikan hanya dua kali saja dan sudah mulai rusak sehingga di biarkan hingga tenggelam dan tidak dapat di pergunakan lagi.

"Kalau yang torang tau kepala desa tidak pernah terbuka terkait dana desa bahkan pembangunan rumah juga tong tara tau berapa beras anggarannya untuk itu tong harap agar Masalah ini pemerintah jangan tinggal diam karena Dana Desa Bukan untuk tong rakyat dan membangun desa tapi dana desa itu untuk orang-orang tertentu dan bahkan ada salah satu warga yang hanya di suruh angkat batu 3 kubik dan hanya di bayar uang angkutnya saja," ucapnya.

Lebih lanjutnya bahwa hal tersebut juga sudah pernah di laporkan ke polres halmahera timur tapi hingga kini tidak di tindak lanjut.

FAISAL

Berita Terkait