Selasa, 10 Desember 2019 | 11:46:59 WIB

Kemenkominfo Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Prediksi Gempa

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 20:04 WIB
Kemenkominfo Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Prediksi Gempa

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M Ramli, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

Tangerang: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan JICA (Badan kerja sama Internasional Jepang) menandatangani nota kesepahaman dalam mengembangkan teknologi untuk memprediksi gempa dan tsunami. Kerja sama tersebut nantinya berbentuk alat dan pendampingan pendidikan khusus terkait gempa dan tsunami.
 
"Kita sudah menandatangani MoU. Dan tahun ini akan kita implementasikan, tapi perlu penataan infrastrukturnya terlebih dahulu. Jadi kami (Kemenkominfo) tidak mau terima dalam bentuk uang, tapi mereka sediakan infrastruktur alat dan jasa," kata Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kemenkominfo Ahmad M Ramli, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Menurut Ramli, kerja sama itu harus segera direalisasikan lantaran Indonesia saat ini kerap dilanda bencana termasuk gempa. Dirinya berharap teknologi untuk upaya peringatan dini itu menjadi milik Indonesia, bukan sebatas peminjaman.

"Oktober, kami akan bertemu dengan JICA dan kita minta untuk segera di implementasikan. Saya minta Jepang nantinya untuk hibahkan alat teknologi itu tanpa harus dikembalikan, bukan pinjaman," katanya.
 
Ramli menuturkan, pihaknya memilih Jepang untuk bekerja sama karena negara dengan julukan Negeri Sakura itu sebagai benchmark negara yang sangat rentan bencana. Tapi, ia menambahkan, sistem peringatan dini Jepang sangan baik dibandingkan negara lainnya.
 
"Jadi di Jepang kalau ada gempa, mereka langsung menyiarkan di televisi, handphone, dan radio untuk memberikan peringatan dini. Di sisi lain, masyarakat mereka pun telah di edukasi untuk bisa cepat menyesuaikan diri, kalau ada gempa masyarakat akan di dorong ke jalan tertentu yang telah dipasang informasi daerah aman," jelasnya.
 
Dalam MoU tersebut, Ramli menyebut kerja sama tersebut tidak disebutkan rentang waktunya. Karena, lanjutnya, fokus kerja sama tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait gempa.
 
"Ini mereka tidak sebut hingga kapan, tapi mereka sebut kalau mereka beri bantuan berupa alat teknologi itu dan digunakan terus oleh kita. Ada alat aplikasi dan server, dan lainnya yang diberikan. Alat itu juga akan kita simpan di BMKG dan BNPB. Jadi kalau ada bencana alat itu akan langsung deteksi dan kirimkan pesan dan pesan akan dikirimkan dalam bentuk sms dan bentuk warning untuk televisi," jelasnya.
 
Melalui teknologi canggih itu, Indonesia nantinya dapat memprediksi potensi gempa sehingga masyarakat dapat siap siaga mengantisipasi risiko terburuk.

MEDCOM

Berita Terkait